This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 21 Mei 2016

Jangan pernah meninggalkanku wahai Imamku...!!!


Selasa, 10 Mei 2016

Jodoh idaman

Jika anda seorang wanita, carilah lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini — Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini.
1. Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama sewaktu bertemu
2. Akhlaknya baik, Yaitu seorang yang tampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.
3. Tegas mempertahankan Jati-diri nya, Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang dapat menjatuhkan nama-baiknya.
4. Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.
5. Tidak boros, tetapi tidak pelit. Mengerti menggunakan uang untuk keperluan yang bermanfa’at dengan bijaksana.
6. Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.
7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
8. Mempunyai kawan pergaulan yang baik, Kawan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
9. Bertanggung-jawab, Lihatlah dia dengan keluarga dan Ayah Ibu nya.
10. Wajah yang tenang, Terlihat dari cara berbicara, Bekerja dan saat dalam suasana Cemas.
11. Jika berhadapan dengan masalah, Tidak mudah mengumpat dan cepat marah karena syaitan tidak suka manusia dengan kesabarannya. Maka cobalah untuk bersabar dan terus bersabar, INSYA ALLAH akan memberi ketenangan.
12. Dapat mendengarkan alasan dan teguran, mana tahu di sebaliknya itu terdapat kebenaran dan sebagai panduan diri untuk membaiki diri menjadi lebih baik…
Semoga Sifat-sifat ini dapat diamalkan oleh kita semua kaum lelaki yang mencari ridha Allah.
Buat wanita solehah yang mencari pasangan yang soleh, cobalah anda perhatikan Sifat-sifat yang terangkum di atas pada setiap lelaki yang anda kenal. Jika Sifat-sifat ini ada pada mereka. Walau bagaimanapun juga, tidak semestinya semua sifat di atas terpenuhi, jika hanya terdapat 5-6 sifat itu sudah memadai. Manusia dapat berubah suatu saat nanti.
Insya Allah sifat-sifat baik yang lain akan menyusul dengan usaha dan kesabaran untuk mencapainya.
Rasulullah bersabda :

Nikahilah seseorang disebabkan keturunan, wajah, harta dan agamanya, yang paling baik ialah AGAMAnya.
Jika anda seorang wanita, mencari seseorang yang memiliki kualitas ini - jika anda seorang pria, menjadi seorang pria yang memiliki kualitas ini.
1. Kuat Praktek Agama-nya. Terus berdoa fardhu, busur dan mendirikan salat di awal waktu. Auratnya juga selalu dipelihara dan mengenakan pakaian yang layak. Properti ini dapat dilihat terutama selama pertemuan
2. Akhlaknya baik, Yaitu seorang yang tampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.
3. Tegas mempertahankan Jati-diri nya, Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang dapat menjatuhkan nama-baiknya.
4. Jujur jangan abaikan penugasan dan jangan penyalahgunaan kekuasaan dan posisi.
5. Tidak boros, tetapi tidak pelit. Mengerti menggunakan uang untuk keperluan yang bermanfa’at dengan bijaksana.
6. Mengawasi jika saya tidak melihat wanita lain ketika trek yang sedang berbicara.
7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
8. Mempunyai kawan pergaulan yang baik, Kawan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
9. Bertanggung-jawab, Lihatlah dia dengan keluarga dan Ayah Ibu nya.
10. Wajah yang tenang, Terlihat dari cara berbicara, Bekerja dan saat dalam suasana Cemas.
11. Jika berhadapan dengan masalah, Tidak mudah mengumpat dan cepat marah karena syaitan tidak suka manusia dengan kesabarannya. Maka cobalah untuk bersabar dan terus bersabar, INSYA ALLAH akan memberi ketenangan.
12. Harus mendengarkan alasan dan chiding, bagaimana anda tahu di sebaliknya itu, ada kebenaran dan sebagai panduan diri saya sendiri untuk memperbaiki diriku sendiri untuk menjadi lebih baik...
Semoga kualitas ini dapat diberikan oleh orang kita semua manusia yang mencari ALLAH. Ridha
Membuat seorang wanita solehah couple kelihatan bagus, cobalah anda akan melihat bahwa elaborately pada tiap-tiap orang yang anda kenal. Jika kualitas ini ada di mereka. Namun, juga, tidak seharusnya semua orang-orang di atas adalah bertemu, jika hanya ada 5-6 dari alam yang cukup. Manusia dapat mengubah satu hari.
Insya Allah sifat-sifat baik yang lain akan menyusul dengan usaha dan kesabaran untuk mencapainya.
Rasulullah bersabda :
Nikahilah seseorang disebabkan keturunan, wajah, harta dan agamanya, yang paling baik ialah AGAMAnya.

20 NASEHAT BUAT ISTRI


1. Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah Anda. Buatlah disaat suami Anda masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.
2. Bagaimana caranya agar suami Anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata ? Hal itulah yang secara terus menerus Anda selalu usahakan untuk suami Anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.
3. Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat Anda.
4. Pahami kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di balik kelebihan sang suami terhadap Anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzolim (penindasan).
5. Lembutkanlah suara Anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara Anda tidak meninggi pada saat dia bersama Anda.
6. Pastikan Anda bangun pada malam hari untuk melakukan sholat malam secara rutin, hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan Anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati Anda.
7. Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya.
8. Berdirilah dekat suami Anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.
9. Buatlah suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang Anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh Anda sendiri.
10. Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami Anda, untuk menjadikan pernikahan Anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu Anda.
11. Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya Anda tidak menunggu agar sang suami meminta ma’af kepada Anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan Anda) kecuali kalau suami Anda secara sadar mengakuinya.
12. Rawatlah penampilan dan pakaian suami Anda, biarpun kelihatannya suami Anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.
13. Hendaknya Anda tidak selalu mengandalkan suami Anda untuk berkeinginan melakukan hubungan badan, sekali-kali Anda mulailah lebih dulu, tentu pada saat yang tepat.
14. Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami Anda, janganlah Anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.
15.Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik Anda, banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut, atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada Anda.
16. Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.
17. Ketika suami Anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa Anda sangat merindukan kedatangannya.
18. Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri Anda kepada Allah SWT.
19. Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan Anda, sebagai tanda dan ungkapan kasih Anda menyambut suami tercinta.
20. Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan Anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati, jangan sampai Anda merasa enggan dan lamban.
SHARE yuk tausyiah diatas, semoga bermanfaat buat kita semua.

Nilai Komitmen Guru pada Tugas


Abstrak
Komitmen guru adalah suatu keterikatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai guru yang dapat melahirkan tanggung jawab dan sikap reponsif dan inovatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai komitmen terhadap tugas atau pekerjaan dalam hal ini adalah nilai-nilai kerja. Tantangan dunia pendidikan kita saat ini antara lain adalah masih rendahnya kualitas pendidikan, salah satu penyebabnya menurunnya komitmen guru dalam melaksanakan tugas.
Kata kunci: komitmen, responsif, inovatif
Pendahuluan
Guru merupakan profesi yang paling mulia, karena ditangan merekalah harapan bangsa, keluarga dan bahkan orang tua berada. Ketika si anak berangkat kesekolah untuk menuntut ilmu maka dimulailah keberkahan dan pahala mengalir dan bahkan ketika ilmu yang didapat dimanfaatkan maka sampai si anak wafat barulah putus pahalanya. Guru profesional adalah orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan maksimal atau dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. Untuk mencapai suatu profesionalisme bukanlah hal yang mudah, tapi harus melalui suatu pendidikan dan latihan yang relevan dengan profesi yang ditekuni. Profesionalitas sangat diperlukan di era global, jika tidak maka kita akan tergilas oleh arus dan pada akhirnya tersisih.
Pemerintah sudah menunjukkan perhatian serius terhadap guru dengan berupaya meningkatkan anggaran pendidikan dan membuat produk hukum yang mengatur tentang guru yaitu Undang-undang Guru dan Dosen. Setelah disertifikasi dan menerima tunjangan sertifikasi dituntut untuk lebih memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Sejumlah kompetensi yang harus dimiliki guru profesional, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Tidak ada alasan lagi untuk mengelak, seperti sebelum lahirnya undang-undang guru dan dosen.
Komitmen guru adalah suatu keterikatan diri terhadap tugas dan kewajiban sebagai guru yang dapat melahirkan tanggung jawab dan sikap reponsif dan inovatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai komitmen terhadap tugas atau pekerjaan dalam hal ini adalah nilai-nilai kerja. Tantangan dunia pendidikan kita saat ini antara lain adalah masih rendahnya kualitas pendidikan. Maka tidaklah mengherankan, guru yang berpredikat guru profesional nampak lebih ekstra keras untuk bekerja. Beban mengajar tatap muka meningkat dari 18 menjadi minimal 24 jam perminggu. Di luar jam tatap muka, guru berjibaku menyiapkan dokumen pembelajaran seperti program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran dan sejumlah perangkat lainnya. Meskipun sudah bertahun-tahun membuat perangkat pembelajaran, kesulitan tetap ada, sebab perangkat pembelajaran yang sekarang harus pula disesuaikan dengan kurikulum sekolah. Tidak bisa dibuat sesuka hati, apalagi pengawas dari dinas pendidikan kabupaten/ kota akan selalu memantau perkembangan perangkat pembelajaran guru dan perkembangan sekolah.
Permasalahan Komitmen Guru
Guru profesional yang telah lolos sertifikasi dan konsisten dalam menjaga komitmen terhadap tugas saat ini mendapat tantangan. Hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), pascaprogram pemberian sertifikasi guru melalui penilaian porto folio sejak tahun 2005 lalu tidak memberi dampak besar terhadap perubahan kultur di sekolah menjadi lebih baik, kinerja guru dalam mengajar di kelas, dan peningkatan kemampuan siswa. Disinyalir ‘sebagian besar’ guru sekarang ini melakukan tugas hanya menggugurkan kewajiban, bahkan lebih parah dari itu. Penelitian yang dilakukan oleh Hariri (2010) hasilnya menunjukkan bahwa sertifikasi memiliki pengaruh yang rendah terhadap kinerja guru. Hal ini tampak dari hasil analisis perbandingan kinerja guru sebelum dan setelah lulus sertifikasi dimana rata-rata kinerja guru pascasertifikasi justru mengalami penurunan dibandingkan sebelum sertifikasi.
Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Nyayu Khodijah (2010) dinyatakan bahwa kinerja guru pasca sertifikasi, baik secara keseluruhan, maupun dilihat dari aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengembangan profesi, semuanya menunjukkan kinerja yang masih di bawah standar. Dalam penelitian tersebut juga dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja antara guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam, antara guru yang tinggal di perkotaan dan di pedesaan.
Nilai atau sistem nilai yang ada dalam diri seseorang seringkali memerlukan perubahan. Perubahan tersebut tentu saja merupakan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan nilai perlu dilakukan apabila nilai-nilai yang dianut sebelumnya sudah tidak sesuai dengan tuntutan saat ini. Selain itu, mungkin telah terjadi pergeseran nilai sehingga ada degradasi nilai atau moral yang tidak menguntungkan.
Kurangnya kesadaran etika profesi yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan merosotnya nilai-nilai kerja yang dianut kebanyakan orang. Etika kerja sudah mulai kabur, sehingga bagi pelaku profesi tidak dapat membedakan nilai benar atau salah.
Hal lain yang mungkin terjadi, bahwa sebenarnya sudah mengetahui nilai benar atau salah akan tetapi tetap melakukan pelanggaran. Salah satu faktor penyebab dari kondisi ini adalah kurangnya komitmen seseorang terhadap pekerjaan atau profesi yang digelutinya. Kurangnya komitmen ini menimbulkan sikap atau perilaku yang tidak positif terhadap pekerjaan atau profesi. Seseorang menjadi dengan mudahnya menukar etika profesi dengan kepentingan-kepentingan tertentu.
Seorang guru harus menjadi figur bagi para siswanya, tingkah laku guru harus benar-benar terjaga agar memiliki wibawa sehingga para siswa patuh terhadap gurunya, tetapi sangatlah tidak mungkin seorang siswa dapat patuh terhadap gurunya apabila tingkah laku gurunya tidak dapat dijadikan figur. Banyak sekali larangan atau aturan-aturan yang dibuat di setiap sekolah tetapi malah gurunya sendiri yang melanggarnya. Sebagai contoh dilarang merokok, tidak boleh berbicara kasar ataupun kotor, dan banyak yang lainnya, dan yang sering guru lupakan bahwa pengajaran yang terbaik adalah dengan sikap kita, karena sikap lebih penting dibanding ucapan.
Komitmen Guru Profesional
Komitmen menjalankan tugas dinyatakan sebagai salah satu kemampuan yang digunakan untuk meng­ukur kinerja guru. Agar guru dapat menunjuk­kan kinerjanya yang tinggi, paling tidak guru tersebut harus memiliki penguasaan terhadap materi apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya agar pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien serta komitmen untuk men­jalankan tugas-tugas tersebut.
Komitmen guru merupakan hal amat penting dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah, baik secara personal maupun organisasional. Komitmen pasti akan mendorong rasa percaya diri dan semangat kerja mereka. Komitmen akan memperlancar pergerakan sekolah mencapai goal setting perubahan. Hal ini ditandai dengan terciptanya peningkatan, baik bersifat fisik maupun psikologis, sehingga segala sesuatunya menjadi menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas. Mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan keantusiasan, tantangan, variasi, fleksibel, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri. Komponen keterampilan mengelola kelas adalah penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal, keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal, pengelolaan kelompok dengan cara peningkatan kerjasama dan keterlibatan siswa dan menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul, serta menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah.
Guru merupakan faktor yang pertama dan utama yang mempengaruhi pelak­sanaan kurikulum. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah harus diawali dengan adanya komitmen guru untuk menjalankan tugas yang aktif, kreatif dan inovatif. Keberhasilan suatu pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh ada­nya partisipasi atau keterlibatan seseorang tetapi juga dipengaruhi oleh adanya komit­men seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Komitmen berkaitan dengan kesatuan janji dan kesepakatan bersama. Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa komitmen merupakan pengaturan diri di dalam pe­kerjaan masing-masing atau keterikatan psikologis seseorang pada organisasi. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa komitmen berkaitan dengan kesediaan, kepedulian, ketertarikan dan keterlibatan atas sesuatu dengan penuh tanggung jawab.
Mulyasa (2005: 151) menjelaskan bahwa komitmen secara mandiri perlu dibangun pada setiap individu warga sekolah termasuk guru, terutama untuk menghilangkan setting pemikiran dan budaya kekakuan birokrasi, seperti harus menunggu petunjuk atasan dengan mengubahnya menjadi pemikiran yang kreatif clan inovatif.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat dinyatakan bahwa komitmen adalah suatu keberpihakan diri terhadap suatu pe­kerjaan atau tugas atas dasar loyalitas, tanggung jawab, dan keterlibatan secara psikologis dalam tugas, seperti ke­banggaan dan rela berkorban.
Komitmen tersebut dapat diraih me­lalui beberapa aktivitas, antara lain: (1) membangun arti penting tugas yang menjadi tanggung jawab, (2) menye­derhanakan berbagai tugas yang rumit, dan (3) berorientasi terhadap penyelesaian tugas. Tugas guru salah satunya adalah mengarahkan dan membimbing kegiatan belajar siswa sehingga siswa mau belajar. Untuk itu, agar siswa cenderung aktif dalam kegiatan pem­belajaran maka guru harus dapat meng­arahkan dan membimbing kegiatan belajar siswa. Tugas pengarahan dan pem­bimbingan tersebut dapat terwujud, jika dalam diri guru tersebut ada dorongan dan komitmen untuk melakukannya.
Terkait dengan tugas guru tersebut, dasar komitmen adalah komunikasi dan peran serta. Adanya komunikasi dan peran guru ditentukan oleh komitmen guru itu sendiri. Untuk itu, diperlukan komitmen guru mewujudkan proses komunikasi dan peran guru dalam mengarahkan dan mem­bimbing kegiatan belajar siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung efektif. Jika mereka kurang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai dan arah strategis suatu organisasi maka mereka tidak pernah memiliki kinerja sesuai dengan harapan.
Berdasarkan pada uraian ter­sebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa komitmen terhadap tugas adalah keberpihakan se­orang guru secara psikologis dalam me­ngarahkan dan membimbing kegiatan belajar siswa sehingga kondisi pem­belajaran efektif, yang ditandai oleh: (1) ke­pedulian terhadap kesulitan belajar siswa, (2) partisipasi dalam membimbing kegiatan belajar siswa (secara individu dan ke­lompok), (3) menciptakan suasana pem­belajaran yang menyenangkan, (4) adanya kemauan yang tinggi dalam membelajarkan siswa, (5) tingkat kehadiran yang tinggi, dan (6) memiliki tanggung jawab dalam tugas pembelajaran.
Membudayakan Nilai-nilai Komitmen Terhadap Pekerjaan atau Profesi
Nilai-nilai kerja, dalam hal ini nilai komitmen terhadap pekerjaan menjadi nilai yang vital untuk dibudayakan bagi calon pelaku profesi. Dalam membudayakan nilai-nilai komitmen ini, pendidikan harus dioptimalkan. Lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam upaya menanamkan dan membudayakan nilai-nilai komitmen sebelum calon-calon lulusannya siap menjadi pelaku profesi tertentu.
Lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya mengorientasikan pada pengembangan aspek kognitif saja, akan tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan psikomotor.
Beberapa hal yang penting dilakukan lembaga pendidikan dalam upaya membudayakan nilai-nilai komitmen tersebut adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan pendidikan nilai
Adanya gejala pergeseran nilai yang terjadi dalam lingkup profesi, pendidikan nilai tampaknya menjadi agenda yang penting untuk dilakukan. Tanggung jawab lembaga pendidikan tidak hanya menghasilkan pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pribadi yang berbudi luhur perlu ditekankan. Nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan akan menjadi dasar perilaku peserta didik untuk menentukan sesuatu “boleh dilakukan” atau “tidak boleh dilakukan” kelak ketika mereka benar-benar melaksanakan perilaku profesi.
Pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai komitmen terhadap pekerjaan perlu menekankan pada kekuatan ikatan emosional peserta didik kepada bidang ilmu yang ditekuni saat ini. Ikatan emosional dapat berupa rasa kecintaan terhadap profesi terkait bidang ilmu tersebut. Selain itu juga perlu menumbuhkan rasa kebanggaan pekerjaan dan profesi. Ikatan emosional terhadap pekerjaan atau profesi akan membentuk nilai komitmen terhadap pekerjaan secara afektif. Dengan demikian seseorang akan berupaya untuk selalu mengembangkan ilmu terkait dengan pekerjaan dan profesinya.
Pendidikan nilai juga ditekankan pada tanggung jawab profesi. Tanggung jawab profesi ini meliputi tanggung jawab terhadap investasi waktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan untuk menekuni bidang profesi. Selain itu, juga berupa tanggung jawab untuk melakukan upaya timbal balik keilmuan terhadap sesuatu yang telah diterima selama menekuni bidang ilmu. Dengan demikian, bentuk tanggung jawab tersebut diharapkan akan dapat menumbuhkan komitmen kalkulatif dan normatif.
2. Melakukan sosialisasi kode etik profesi
Dalam menegakkan etika profesi, dalam hal ini pedoman nilai untuk menjalankan tugas profesi perlu ada sosialisasi kode etik profesi. Kode etik profesi ini disosialisasikan dan ditanamkan sedini mungkin, sehingga proses internalisasi nilai berlangsung lebih awal. Kode etik profesi hendaknya disosialisasikan tidak hanya sekedar lisan akan tetapi perlu adanya pengelolaan yang lebih komprehensif dan sistematis.
3. Melakukan perbaikan organisasi profesi
Sosialisasi kode etik profesi secara umum sudah tampak diupayakan oleh kebanyakan bidang profesi, meskipun seringkali belum menunjukkan pelaksanaan secara sistematis dan komprehensif. Justru yang tidak kalah penting adalah perbaikan organisasi profesi. Perbaikan organisasi profesi ini diharapkan dapat mentargetkan agenda-agenda pengembangan profesi, sehingga para pelaku profesi tidak terjebak pada rutinitas kerja yang membosankan. Selain itu, dengan manajemen yang tertata dengan baik, memberikan konsekuensi bagi para pelaku profesi secara otomatis akan menjadi anggota organisasi profesi.
Konsekuensinya, pengambil kebijakan profesi dapat menetapkan sanksi-sanksi atas pelanggaran kode etik. Selanjutnya, dapat memberikan sanksi kepada pelaku profesi yang melakukan pelanggaran kode etik. Organisasi profesi yang dikelola dengan baik juga dapat memberikan harapan positif bagi pelaku profesi mengenai masa depan profesi di mata masyarakat.
Penutup
Pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat saat ini telah menjadi fenomena umum. Salah satu konsekuensi dari adanya pergeseran nilai ini adalah munculnya persoalan-persoalan penyelewengan kode etik profesi. Etika profesi, termasuk profesi guru, mulai ‘digadaikan’ demi kepentingan-kepentingan tertentu.
Guru merupakan faktor yang pertama dan utama yang mempengaruhi pelak­sanaan kurikulum. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah harus diawali dengan adanya komitmen guru untuk menjalankan tugas yang aktif, kreatif dan inovatif.
Salah satu akar permasalahan dari hal tersebut adalah kurangnya nilai-nilai komitmen terhadap pekerjaan. Nilai-nilai komitmen terhadap pekerjaan yang terdiri dari tiga aspek yaitu komitmen afektif, kalkulatif dan normatif perlu ditanamkan pada para calon pelaku profesi. Hal penting yang dilakukan dalam menanamkan dan membudayakan nilai-nilai komitmen tersebut antara lain dengan melalui pendidikan nilai, sosialisasi kode etik profesi dan perbaikan organisasi profesi.
Komitmen secara mandiri perlu dibangun pada setiap individu warga sekolah termasuk guru, terutama untuk menghilangkan setting pemikiran dan budaya kekakuan birokrasi, seperti harus menunggu petunjuk atasan dengan mengubahnya menjadi pemikiran yang kreatif dan inovatif.

Guru yang pertama adalah faktor utama yang mempengaruhi dan pelak sanan kurikulum. Oleh Karena itu, dalam penerapan kurikulum sekolah harus dimulai dengan sebuah komitmen untuk tugas guru yang aktif, kreatif, dan inovatif.
Salah satu akar dari masalah itu adalah kurangnya nilai komitmen terhadap pekerjaan. Nilai dari komitmen untuk pekerjaan yang terdiri dari tiga aspek, yaitu komitmen afektif dan kalkulatif normative perlu ditanamkan di kandidat untuk melepaskan dari profesi. Hal yang paling penting dilakukan dalam menanamkan dan civilize nilai dari komitmen antara lain dengan pendidikan, nilai melalui sosialisasi etika dan profesi perbaikan organisasi profesi.
Butuh komitmen dengan independen dibangun di setiap individu warga sekolah termasuk guru, terutama untuk menghilangkan pemikiran dan budaya menata kekakuan birokrasi, harus menunggu seperti bos dengan sebuah petunjuk untuk mengubahnya menjadi kreatif, dan inovatif.

Pidato bahasa jawa serang banten



Assalamualaikum Wr. Wb
ngaturaken wilujeng enjing kangge sedanten 
Ibu guru sing kula hormati,sareng sedanten rencang-rencang siswa siswi SDN Jeruk tipis 4 sing kula cintai
sederenge kula ngaturaken puji syukur maring Allah SWT, sing sampun ngisungi waktos keuripan maring kula kula sedanten,sampe bangkit ngumpul ngeriung ing dalam acara puniki, Alhamdulillah kula- kula sedanten bangkit ning tempat puniki kelawan kewentenan sehat jasmani sareng rohani,..aamiin,..

Dulur-dulung sedanten sing kula hormati,

 dinten puniki kula ayun maparaken peripun pentinge urip sehat kangge kula-kula sedanten.wajib kangge wong muslim ngejaga kebersihan,sebab kebersihan niku sebagian daripada iman,sehat niku katah maceme, sehat lingkungan,sehat badan,upami sedanten bangkit ngejaga maring kesehatan niki, insyaallah pasti ditebihaken saking penyakit..

Dulur-dulur sedanten sing kula hormati,
kira-kirane napa saos sing kedah dijaga kangge ngejaga supaya sedanten sehat,
misale,ngiduh napik sembarangan,buang air kecil/air besar kedah ning tempate, kebersihan badan gih kedah dilakoni,misale,adus ngangge sabun,sikat gigi sedinten minimal rong balen,kuku dirawat supaya terus bersih,rambut di sisir supaya rapih,napa sih sing sulit,.. boten wenten sing sulit,sedanten geh gampang asal dibiasakan,

Dulur-dulur sedanten sing kula hormati

seumpama kula-kula sedanten sedidintenne bangkt ngejaga kebersihan badan dewek,lingkungan dewek, lan sedanten ngerasa cinta maring kebersihan,maka kesehatan pasti wenten ning dalam lingkungan kula-kula puniki,insyaallah lingkungan bersih ati kita gah pasti bersih margi jasmani rohani kula-kula puniki sehat walafiat,.

Dulur-dulur sedanten sing kula hormati,..


cekap paparan saking kula puniki,mudah-mudahan wenten manfaate,bangkit sareng-sareng dilaksanakan,boten hilap saking kula,ngenda maaf bokan wenten salah ucap,kirang enak kepirenge,kesempurnaan nggih puniku milik Allah,..
wabillahitaufik walhidayah,wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,

Semoga manfaat

Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah


Islam diturunkan di negeri Arab ketika umat manusia mempunyai kebutuhan yang mendesak terhadap adanya agama baru.sebelum Nabi Muhammad SAW. Diutus, umat manusia hidup dalam kegelapan. Sebagai contoh, di negeri Arab orang-orang menciptakan berhala dan patung untuk disembah.
Isalm mulai disiarkan sekitar tahun 612 sebelum masehi. Penyebran islam perode awal berlangsung sangat pesat. Dalam waktu tidak kurang dari 30 tahun, Islam telah menyebar ke seluruh Semenanjung Arab, Suriah, Irakl, Persia, dan Mesir.
Fakta sejarah menunjukkan bahwa Islam sebagai ajaran disebarkan dengan cara damai melalui jalan dakwah.
a. Madinah sebelum islam
• Sebelum datangnya Islam Madinah terdiri atas dua suku bangsa, yaitu bangsa Arab dan Yahudi. Semula, Madinah di tempati oleh suku Amaliqah atau Baidah. Namun, kemudian suku itu punah.
• Bangsa Yahudi yang tinggal di Madinah terdiri atas tiga suku, yaitu Bani Quraizah, Bani Nadir, dan Bani Qainuqa. Adapun suku Arab yang tinggal di Madinah terdiri atas suku Arab setempat dan suku Arab pendatang. Suku Arab pendatang masuk ke madinah dari daerah Yaman karena pecahnya bendungan Ma’arib. Kemudian suku ini dikenal dengan suku Aus atau suku Khazraj. Mereka inilah yang kelak menjadi kaum Ansar.
• Sebelum kedatangan suku Aus, kaum Yahudi merupakan yang paling kuat di Madinah. Jumlah mereka hampir separuh jumlah penduduk madinah.
• Hal itu menyebabkan munculnya permusuhan dan kebencian antara kaum Arab dan kaum Yahudi. Kaum Yahudi menggunakan siasat memecah belah dengan cara menyebarkan permusuhan dan kebencian antara suku Aus dan suku Khazraj. Siasat ini berhasil dengan baik. Sehingga suku Khazraj bersekutu dengan Bani Qainuba dan suku Aus dengan Bani Quraiza dan Babi Nadir. Puncak permusuhan terjadi nya perang Bu’as pada tahun 618 SM.
• Seusai perang, suku Aus dan Khazraj menyadari kekeliruan mereka. Mereka berdamai dan sepakat untuk mengangkat Abdullah bin Muhammad sebagai pemimpin mereka. Akan tetapi rencana mereka tidak terlaksana karena beberapa orang Mekah pergi ke Madinah untuk beribadah haji pada 621 SM. Nabi Muhammad memperkenalkan Islam kepada mereka . Mereka pun menyatakan masuk Isalam dan mereka berjanji untuk mengajak penduduk madinah untuk masuk islam.
b. Hijrah ke madinah
• Hijrah merupakan kepindahan Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Meninggalnya Abu Talib dan Khadijah membuat kaum kafir quraisy semakin berani menentang Nabi Muhammad. Keadaan di Mekah semakin memburuk. Pada tahun 621 SM, 10 orang suku Khazraj dan Aus menemui Nabi Muhammad SAW. Di aqabah. Mereka menyatak diri masuk Islam. Peristiwa ini disebut Bai’atul Aqabah yang pertama.
• Pada musim haji yang berikutnya 75 orang dari Madinah mengajak Nabi untuk hijrah ke Madinah. Pada waktu itu terjadi Bai’atu Aqabah yang kedua, yang berisi:
1. Mendengar dan menaati Nabi Muhammad SAW.baik dalam keadaan bersemangat maupun malas.
2. Menafkahkan harta, baik dalam keadaan mudah maupun sulit.
3. Melakukan amal makruf dan nahi munkar.
4. Tetap tabah menghadapi celaan kaum kafir.
5. Melindungi Nabi Muhammad sebagaimana mereka melindungi diri mereka sendiri dan keluarga.
• Setelah peristiwa Bai’atu Aqabah yang kedua, kaum muslimin melakukan hijrah ke Madinah dalam beberapa rombongan secara berangsur-angsur. Adapun Nabi Muhammad SAW. Berangkat terakhir bersama Abu Bakar as-Sidiq karena menunggu perintah Allah SWT.
• Nabi Muhammad tiba di Quba(dekat Madinah) pada hari senin, 20 september 622 SM setelah berjalan selama tujuh hari. Di tempat ini, Nabi membangun sebuah masji yang di beri nama Quba.
• Pada hari jumat, 24 september 622 SM Nabi meninggalkan Quba menuju Madinah. Sejak itu, Nabi Muhammad tinggal di Madinah serta mengembangkan ajaran Islam di sana.
• c. Dakwah nabi muhammad saw. Di madinah
• Peristiwa hijrah menjadi babak baru dalam perjuangan umat Islam. Setelah mendapat tantangan yang hebat daribkaum kafir quraisy di Mekah, kaum muslimin mendpat semangat baru dengan dukunagan dari penduduk Madinah.
• Usaha dakwah Nabi Muhammad di madinah dilakukan dengan cara
Jmembangun masjid
Jmempersaudarakan kaum muhajiri dan ansar
Jmenyusun undang-undang

1. Membangun masjid
Pada masa Nabi Muhammad masjid digunakn sebagai tempat ibadah dan penyelenggaraan pemerintahan. Masjid yang pertama dibangun Nabi di Madinah adalah masjid Nabawi.
Masjid Nabawi dibangun pada bulan rabiulawal 1 hijriah(september 622 SM). Masjid Nabawi berfungsi sebagai pusat peribadahan, pusat perencanaan kegiatan masyarakat, pusat latihan, dan pendidikan.
Setelah membangun masjid Nabawi Nabi secara berturut-turut membangunmasjid lainnya seperti, masjid Jumu’ah, masjid Gamamah, masjid Quba, masjid Bani Quraizah, masjid Ubay bin Ka’ab , masjid salman , dan masjid Ali.
2. Mempersaudarakan kaum ansar dan muhajirin
• Setelah membangun masjid, Nabi Muhammad mempersaudaran kaum Ansar dan Muhajirin, seperti Ibnu Mas’ud denagn Sa’ad bin Mua’z,kepala suku Aus, Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Rabi.
• Hal itu dilakukan Nabi agar kaum Muhajirin mendapat perlindungan yang kuat di madinah.

3. Menyusun dustur (undang-undang)

• Undang-undang yang ditetapkan di Madinah dikenal dengan nama piagam Madinah, yang berisi mengenai hak dan kewajiban nagi kaum muslim dan nonmuslim.
• Fungsi piagam Madinah adalah:
– Menyatukan suku Aus dan Khazraj
– Pengakuan terhadap nabi Muhammad sebagi hakim dan kepala negara
– Menjamin kebebasan rakyat
– Mengembangkan sikap toleransi antar umat
– Menghentikan adat istiadat buruk bangsa arab.
Rintangan terhadap dakwan h di madinah
Diantara tantangan itu banyak terjadi perang antara kaum muslimin dan kaum kafir, diantara peperang itu adalah:
 Perang Badar
 Perang Uhud
 Perang Khandaq

Peranan Orangtua, Sekolah dan Guru dalam Mensukseskan Pendidikan


A. Peran Orangtua

PENDIDIKAN merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua. Saat ini masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Untuk itu orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mendampingi anak dalam kehidupan keseharian anak. Sudah merupakan kewajiban para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat memancing keluar potensi anak, kecerdasan dan rasa percaya diri. Dan tidak lupa memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap.

Ada banyak cara untuk memberikan pendidikan kepada anak baik formal maupun non formal. Adapun pendidikan formal tidak sebatas dengan memberikan pengetahuan dan keahlian kepada anak-anak mereka di sekolah. Selain itu pendidikan non formal menanamkan tata nilai yang serba luhur atau ahlak mulia, norma-norma, cita-cita, tingkah laku dan aspirasi dengan bimbingan orang tua di rumah.

Sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan formal memerlukan banyak hal yang mendukung yaitu antara lain kepentingan dan kualitas yang baik dari kepala sekolah dan guru, peran aktif dinas pendidikan atau pengawas sekolah, peran aktif orangtua dan peran aktif masyarakat sekitar sekolah. Akan tetapi orang tua juga tidak dapat menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah. Pendidikan anak dimulai dari pendidikan orang tua di rumah dan orang tua yang mempunyai tanggung jawab utama terhadap masa depan anak-anak mereka, sekolah hanya merupakan lembaga yang membantu proses tersebut. Sehingga peran aktif dari orang tua sangat diperlukan bagi keberhasilan anak-anak di sekolah.

Ada beberapa cara dalam meningkatkan peran orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka.

Pertama, dengan mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak. Anak-anak diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat pekerjaan rumah dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain.

Kedua, memantau perkembangan kemampuan akademik anak. Orang tua diminta untuk memeriksa nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka.

Ketiga, memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak-anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.

Keempat, memantau efektifitas jam belajar di sekolah. Orang tua dapat menanyakan aktifitas yang dilakukan anak mereka selama berada di sekolah. Dan tugas-tugas apa saja yang diberikan oleh guru mereka. Kebanyakan siswa tingkat SMP dan SMA tidak melaporkan adanya kelas-kelas kosong dimana guru mereka berhalangan hadir. Sehingga pembelajaran yang ideal di sekolah tidak terjadi dan menjadi tidak efektif.

Selain semua hal tersebut di atas ada beberapa hal lain perlu diperhatikan yaitu membantu anak mengenali dirinya (kekuatan dan kelemahannya), membantu anak mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya, membantu meletakkan pondasi yang kokoh untuk keberhasilan hidup anak dan membantu anak merancang hidupnya.

Pada banyak kasus, orang tua sering memaksakan kehendak mereka terhadap anak-anak mereka tanpa mengindahkan pikiran dan suara hati anak. Orang tua merasa paling tahu apa yang terbaik untuk anak-anak mereka. Hal ini sering dilakukan oleh orang tua yang berusaha mewujudkan impian mereka, yang tidak dapat mereka raih saat mereka masih muda, melalui anak mereka. Kejadian seperti ini tidak seharusnya terjadi jika orang tua menyadari potensi dan bakat yang dimiliki oleh anak mereka. Serta memberikan dukungan moril dan sarana untuk membantu anak mereka mengembangkan potensi dan bakat yang ada.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang tua dan harus dihindari dalam mendidik anak mereka, antara lain menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak, mendidik anak menjadi sombong terhadap orang lain, membiasakan anak hidup berfoya-foya, selalu memenuhi permintaan anak, terutama ketika anak sedang menangis, terlalu keras dan kaku dalam menghadapi anak, terlalu pelit terhadap anak (melebihi batas kewajaran), tidak mengasihi dan menyayangi mereka sehingga mereka mencari kasih sayang di luar rumah, orang tua hanya memperhatikan kebutuhan jasmaninya saja, orang tua terlalu berprasangka baik kepada anak-anak mereka.

Untuk itu sudah menjadi kewajiban orang tua untuk juga belajar dan terus menerus mencari ilmu, terutama yang berkaitan dengan pendidikan anak. Agar terhindar dari kesalahan dalam mendidik anak yang dapat berakibat buruk bagi masa depan anak-anak. Orang tua harus lebih memperhatikan anak-anak mereka, melihat potensi dan bakat yang ada di diri anak-anak mereka, memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran mereka di sekolah. Para orang tua diharapkan dapat melakukan semua itu dengan niat yang tulus untuk menciptakan generasi yang mempunyai moral yang luhur dan wawasan yang tinggi serta semangat pantang menyerah
B. Melibatkan Diri dalam Kehidupan Anak

PADA umumnya orangtua akan lebih memerhatikan perkembangan dan kebutuhan rohani anak ketika ia masih kecil saja. Pada saat ia mulai meginjak remaja, biasanya perhatian orangtua semakin memudar. Hal itu terjadi mungkin karena mereka menganggap anak sudah dapat mandiri dan sudah tidak terlalu banyak lagi membutuhkan perhatian atau bantuan orangtua.

Anggapan orangtua seperti di atas itu adalah tidak benar. Anak remaja justru sangat membutuhkan dukungan, bimbingan, kehadiran, dan perhatian orangtua. Dikala anak mendapatkan kendala dalam hidupnya tentu akan sangat baik bila ia dapat mencurahkan dan mendapatkan masukkan, saran, dan nasehat dari orangtuanya sendiri ketimbang dari teman-temannya.

Jika orangtua selalu memberikan perhatian secara aktif. Selalu berusaha melibatkan diri dalam hidup anak, misalnya mendengarkan apa yang ingin ia bicarakan, memotivasi kegiatan sekolahnya, dan membantu anak ketika ia sedang mendapatkan masalah dalam hidupnya. Maka, ketika ia mengetahui hal ini di masa depan nanti, ia akan siap pula memberikan yang terbaik kepada orangtuanya. Ia akan siap mendampingi dan memerhatikan orangtua seperti halnya orangtua telah melakukan semua itu kepadanya.

Apabila orangtua mampu menunjukkan kepada anak betapa orangtua sangat mencintai dan menyayanginya, dengan selalu mengekspresikan perhatian secara mendetail terhadap kehidupan anak sejak ia masih kecil, maka hal ini akan menciptakan suatu kebiasaan intim seumur hidup yang memberikan manfaat bagi orangtua (Laura M. Ramirez, 2006).

Kunci

Anak akan mampu megingat segala kejadian yang pernah ia alami dalam hidupnya. Termasuk perlakuan orangtua kepadanya. Oleh karena itu, walaupun dalam hal yang kita anggap sepele, tetapi penting bagi orangtua menciptakan tindakan yang mencerminkan rasa cinta dan kasih sayang yang tulus itu kepada anak. Misalnya, menghadiri kegiatan ektrakurikuler anak (karate, kursus musik), mendampingi anak melakukan hobinya (berenang, membantu memilihkan buku bacaan), dan bahkan merawat anak ketika ia sedang sakit. Perlakuan orangtua seperti itu besar kemungkinan akan terbawa oleh anak sampai ia dewasa atau tua nanti. Ikatan batin, kebiasaan yang penuh dengan kehangatan, dan persahabatan yang ‘melebihi segalanya’ ini akan dibawanya kembali oleh anak kepada orangtua. Segala tindakan dan ucapan baik orangtua yang dulu pernah mereka tanam, cepat atau lambat mereka akan merasakan hasilnya. Di masa tua nanti, orangtua maupun anak akan hidup dalam jalinan keluarga yang penuh dengan sikap saling memberi cinta.

C. Orangtua dan Sekolah

HARAPAN terbesar orang tua adalah ingin memiliki anak yang soleh, sopan, pandai bergaul, pintar dan sukses , tetapi harapan besar ini jangan sampai menjadi tinggal harapan saja. Bagaimana orang tua untuk mewujudkan harapan tersebut, itulah yang paling penting.Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia sangatlah penting dan fundamental, keluarga pada hakekatnya merupakan wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orang tuanya.

Perkembangan anak pada umumnya meliputi keadaan fisik, emosional sosial dan intelektual. Bila kesemuanya berjalan secara baik maka dapat dikatakan bahwa anak tersebut dalam keadaan sehat jiwanya. Dalam perkembangan jiwa terdapat periodeperiode kritis yang berarti bahwa bila periode-periode ini tidak dapat dilalui dengan baik, maka akan timbul gejala-gejala yang menunjukan misalnya keterlambatan, ketegangan, kesulitan penyesuaian diri dan kepribadian yang terganggu. Lebih jauh lagi bahkan tugas sebagai makhluk sosial untuk mengadakan hubungan antar manusia yang memuaskan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang di lingkungannya akan gagal sama sekali.

Peran orang tua dalam hal pendidikan anak sudah seharusnya berada pada urutan pertama, para orang tualah yang paling mengerti benar akan sifat-sifat baik dan buruk anak-anaknya, apa saja yang mereka sukai dan apa saja yang mereka tidak sukai. Para orang tua adalah yang pertama kali tahu bagaimana perubahan dan perkembangan karakter dan kepribadian anak-anaknya, hal-hal apa saja yang membuat anaknya malu dan hal-hal apa saja yang membuat anaknya takut. Para orang tualah yang nantinya akan menjadikan anak-anak mereka seorang yang memiliki kepribadian baik ataukah buruk.

Anak-anak pada masa peralihan lebih banyak membutuhkan perhatian dan kasih sayang, maka para orang tua tidak dapat menyerahkan kepercayaan seluruhnya kepada guru di sekolah, artinya orang tua harus banyak berkomunikasi dengan gurunya di sekolah begitu juga sebaliknya, hal penting dalam pendidikan adalah mendidik jiwa anak. Jiwa yang masih rapuh dan labil, kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua dapat mengakibatkan pengaruh lebih buruk lagi bagi jiwa anak. Banyaknya tindakan kriminal yang dilakukan generasi muda saat ini tidak terlepas dari kelengahan bahkan ketidakpedulian para orang tua dalam mendidik anakanaknya.

Orang tua dan sekolah merupakan dua unsur yang saling berkaitan dan memiliki keterkaitan yang kuat satu sama lain. Terlepas dari beragamnya asumsi masyarakat, ungkapan “buah tak akan pernah jauh jatuh dari pohonnya” adalah sebuah gambaran bahwa betapa kuatnya pengaruh orang tua terhadap perkembangan anaknya.

Supaya orang tua dan sekolah tidak salah dalam mendidik anak, oleh karena itu harus terjalin kerjasama yang baik di antara kedua belah pihak. Orang tua mendidik anaknya di rumah, dan di sekolah untuk mendidik anak diserahkan kepada pihak sekolah atau guru, agar berjalan dengan baik kerja sama di antara orang tua dan sekolah maka harus ada dalam suatu rel yang sama supaya bisa seiring seirama dalam memperlakukan anak, baik di rumah ataupun di sekolah, sesuai dengan kesepahaman yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dalam memperlakukan anak.

Kalau saja dalam mendidik anak berdasarkan kemauan salah satu pihak saja misalnya pihak keluarga saja taupun pihak sekolah saja yang mendidik anak, hal ini berdasarkan beberapa pengalaman tidak akan berjalan dengan baik atau dengan kata lain usaha yang dilakukan oleh orang tua atau sekolah akan mentah lagi-mentah lagi karena ada dua rel yang harus dilalui oleh anak dan akibatnya si anak menjadi pusing mana yang harus diturut, bahkan lebih jauhnya lagi dikhawatirkan akan membentuk anak berkarakter ganda.

Memang pada kenyataannya tidak mudah untuk melaksanakan kesepahaman tersebut, tetapi kalau kita berlandaskan karena rasa cinta kita kepada anak tentunya apapun akan kita lakukan, karena rasa cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Kalau hal ini sudah dimiliki oleh kedua belah pihak, hal ini merupakan modal besar dalam mendidik anak. Setiap kejadian yang terjadi, baik di rumah ataupun di sekolah hendaklah dicatat dengan baik oleh kedua belah pihak sehingga ketika ada hal yang janggal pada anak, hal ini bisa dijadikan bahan untuk mengevaluasi sejauhmana perubahan-perubahan yang dialami oleh anak, baik sifat yang jeleknya ataupun sifat yang bagusnya, sehingga di dalam penentuan langkah berikutnya bisa berkaca dari catatn-catatan yang telah dibuat oleh kedua belah pihak.

Setiap ada sesuatu hal yang dirasakan janggal pada diri anak baik di rumah ataupun di sekolah, baik orang tua ataupun guru harus sesegera mungkin untuk menanganinya dengan cara saling menginformasikan di antara orang tua dan guru, mungkin lebih lanjutnya mendiskusikannya supaya bisa lebih cepat tertangani masalah yang dihadapai oleh anak dan tidak berlarut-larut. Oleh karena itu seperti apa yang tertulis di atas bahwa orang tua dan sekolah merupakan satu kesatuan yang utuh di dalam mendidik anak, agar apa yang dicita-citakan oleh orang tua atau sekolah dapat tercapai, maka harus ada kekonsistenan dari kedua belah pihak dalam melaksanakan program-program yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
D. Peran Guru dalam Membangkitkan Motivasi

PEMBELAJARAN efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan (M. Sobry Sutikno).

Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan).

Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen atau ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.

Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Motivasi ada dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik.
Motivasi Intrinsik adalah jenis motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
Motivasi Ekstrinsikadalah jenis motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.

Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.

Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.

Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:
Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.

Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
Hadiah

Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
Saingan atau kompetisi

Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
Pujian

Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.
Hukuman

Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses pembelajaran. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.

7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik

8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok

9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan

10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran

Dengan melihat situasi dan kondisi saat proses pembelajaran berlangsung, seorang guru boleh memilih item yang cocok digunakan. Karena bagaimanapun jika peserta didik berkurang bahkan hilang motivasinya dalam belajar, maka tujuan pendidikan sulit akan tercapai. Peran guru di zaman sekarang memang dituntut untuk selalu siaga memacu siswa agar tidak ketinggalan selangkahpun. Ya, begitulah guru yang sudah dinobatkan sebagai orang yang bertangan dingin, berhati lapang, siap untuk mengabdi untuk anak-anak bangsa, di mana dan kapan pun. SEMOGA!

Cerita pilu wafatnya anak kesayangan Rasulullah, Fatimah Az-Zahra

Hari ketiga Ramadan adalah hari wafatnya anak kesayangan baginda Nabi Muhammad SAW, Fatimah Az-Zahra. Fatimah yang juga istri Ali bin Abu Thalib, ini wafat pada 3 Ramadan tahun 11 Hijriah atau 23 November 632 Masehi. Dia dimakamkan pemakaman Baqi, Madinah. 

Kepergian ibu dari Hasan dan Husein sungguh menyayat hati dan mengharu biru. Fatimah sebenarnya sudah tahu kapan dirinya akan dipanggil Ilahi. 

Alkisah saat Rasulullah terbaring sakit, Fatimah tak henti-hentinya bersedih. Rasulullah pun membisikkan sesuatu ke telinga anaknya. 

"Aku akan pergi tetapi engkau pertama yang akan menyusul," ujar Rasulullah dikutip dalam buku Fatimah Az-Zahra karya Sibel Eraslan, Rabu (17/5).

Sontak raut muka Fatimah menjadi senang karena keriduannya kepada ayahanda pasti segera tertambat. Banyak yang ingin tahu apa yang Rasulullah bisikkan kepada Fatimah, namun ditanya berapa kalipun Fatimah bergeming.

Fatimah menyadari ajalnya makin dekat, saat itu dia menemui ayahnya dalam mimpi. "Wahai Fatimah! aku datang untuk memberi kabar gembira kepadamu. Telah datang saat terputusnya takdir kehidupannya di dunia ini, putriku. Tiba sudah saatnya untuk kembali ke alam akhirat! Wahai Fatimah bagaimana kalau besok malam kamu menjadi tamuku?"

Sebelum meninggal, Fatimah berlaku tidak biasa di dalam rumah dia menyisir Hasan dan Husein dengan air mawar dan hati terus bergetar karena tahu dia akan meninggalkan dua buah hatinya. Dia dekap Hasan dan Husein dan diciuminya dalam-dalam.

Ali termenung dan terus memandangi belahan hatinya tersebut. lantas Fatimah berkata, "Wahai Ali. Bersabarlah untuk deritamu yang pertama dan bertahanlah untuk deritamu yang kedua! Jangan engkau melupakan diriku. Ingatlah diriku selalu mencintaimu dengan sepenuh jiwa. Engkau kekasihku, suamiku, teman hidupku yang terbaik, teman diriku berbagi derita dan teman perjalananku" 

Lalu keempat orang itu menangis dan berpelukan. Fatimah lalu meminta kedua anaknya berziarah ke pemakaman Baki. Anak-anaknya menurut. Untuk terakhir kali Fatimah memandang Ali "Halal semua atasku wahai cahaya kedua mataku," ujar Fatimah memohon maaf. 

Fatimah berbaring dan menyuruh Asma binti Umais menyiapkan keperluan dan makanan. Tak disangka beberapa waktu sebelum ditariknya nyawa Fatimah, dua anaknya kembali ke rumah. Fatimah pun menyuruh lagi keduanya pergi ke Raudah, dia tidak ingin anaknya sedih melihatnya menghadap Ilahi. 

Dalam kesakitannya, Fatimah berbisik kepada Ali. Dia menitipkan wasiat kepada Ali, yaitu permohonan maaf kepada Ali, meminta Ali mencintai kedua anaknya, meminta dirinya dimakamkan pada malam hari agar saat dikebumikan tidak banyak dilihat manusia, dan meminta Ali untuk sering mengunjungi makamnya. 

Saat menitipkan wasiat, tiba-tiba dua anaknya kembali dari Raudah. Sadar kondisi ibunya, mereka mendekap Fatimah erat-erat. Fatimah meminta keduanya agar jangan berpaling di jalan Al-Quran, jalan Rasulullah dan melawan ayahnya. 

Fatimah meminta semua orang keluar dari kamarnya, dia hendak menyendiri dan ingin bersama tuhannya. Fatimah berpesan jika tidak ada lagi sahutan dari dalam kamar maka jiwanya telah hilang. Dalam sekejap Madinah telah kehilangan mawarnya saat Fatimah kembali keharibaan tuhan.



Innalillahi wainnailaihi raajiuun,..
Jadikan aku dan keluargaku pengikutmu Yaa Rabb,..
Selamatkan aku dan keluargaku di dunya dan akhiratmu,..
sebagaimana engkau menyelamatkan orang2 yng engkau cintai



Senin, 09 Mei 2016

Kalimat ini adalah kalimat yang ringkas, namun syarat makna dan memiliki keutamaan yang luar biasa.

"LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH"
(Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
Kalimat ini adalah kalimat yang ringkas, namun syarat makna dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada ‘Abdullah bin Qois,
يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ . فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ
“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘Laa Hawla wa Laa Quwwata illa Billaah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari no. 7386)
Kalimat “Laa Hawla wa Laa Quwwata illa Billaah” adalah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah Ta’ala.
Hamba tidaklah bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu selain kehendak Allah.
Ada ulama yang menafsirkan kalimat tersebut, “Tidak ada kuasa bagi hamba untuk menolak kejelekan dan tidak ada kekuatan untuk meraih kebaikan selain dengan kuasa Allah.”
Ulama lain menafsirkan, “Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah.”
Ibnu Mas’ud berkata;
لا حول عن معصية الله إلا بعصمته، ولا قوة على طاعته إلا بمعونته
“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.”
Imam Nawawi menyebutkan berbagai tafsiran di atas dalam Syarh Shahih Muslim dan beliau katakan, “Semua tafsiran tersebut hampir sama maknanya.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 26-27)
Manfaat dan kelebihan memperbanyak mengucapkan zikir Laa Hawla wa Laa Quwwata illa Billaah :
1. SEBAGAI SIMPANAN KEKAYAAN yang BERLIMPAH di SURGA, dan PENGARUHNYA SANGAT MENAKJUBKAN
Dari Abi Musa Al-Asy'ari radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadaku:
"Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam syurga?", Maka aku menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah". Maka beliau menjawab: "Ucapkanlah لاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِالله (Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah)
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan:
Kalimat لاَحَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِالله (Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah)mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan saat menanggung beban pekerjaan yang sulit dan keras, atau saat menghadap kepada raja dan orang yang ditakutkan, selain pengaruhnya yang efektif untuk menolak kemiskinan.
Hubaib bin Salamah rahimmullah sangat senang saat menghadapi musuh atau mengepung sebuah benteng memperbanyakkan ucapan لاَحَوْلَ وَلاَ قوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ (Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah). Diceritakan bahawa suatu hari ia mengepung sebuah benteng milik bangsa Romawi sehingga ia putus asa, lalu tentara kaum mislimin membaca zikir tersebut sambil bertakbir, akhirnya benteng tersebut hancur.
2. PENAWAR SEGALA PENYAKIT dan PENDERITAAN SEPERTI RASA BIMBANG
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan: لاَ حَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ (Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah) maka hal itu sebagai penawar baginya dari sembilan puluh sembilan penyakit dan yang termudah adalah rasa bimbang"
3. PENCEGAH BAHAYA, dan BAHAYA YANG PALING RENDAH adalah BAHAYA KEMISKINAN
Makhul rahimahullah berkata: Barangsiapa yang yang mengatakan: لاَ حَوْلَ وَلاَ قُـوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ (Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah) maka akan lenyap dari dirinya tujuh puluh pintu petaka, yang paling rendah adalah bencana kemiskinan.
Semoga lisan ini selalu diberi taufik oleh Allah untuk selalu basah dengan dzikir kepada Allah.
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari

Bolehkah Merasa iri dengan kepandaian ataupun kekayaan orang lain ???

Belajar tentang akhlak Bahkan saat saya menasihati pada anak saya tentang akhlah dengan sendirinya saya juga ikut belajar .karena saya juga harus memberikan contoh yang baik pada anak saya.pernah suatu hari anak saya sepulang sekolah bertanya : abi , mas pengen deh punya mainan seperti temen mas.mereka orang tuanya orang kaya jadi mainannya bagus - bagus.terus tadi ani menang lomba mewarna kok mas tidak menang ya  ( sambel merengek anak saya bicara pada saya ).


saat nya saya mulai memilah bahasa yang tepat untuk diberikan pada anak yang berusia 8 tahun.
Iri hati dan dengki menimbulkan kebencian di hati kita . Tidak sepantasnya kita iri terhadap kekayaan ataupun kepandaian seseorang .Kekayaan ataupun kepandaian merupakan pemberian dati Allah SWT. seseorang menjadi kaya karena dia bekerja keras dan banyak bersyukur kepada Allah.Begitu pula seseorang menjadi pandai karena dia rajin belajar dan berdoa kepada AllahSWT.
Jauhkan lah sifat iri dari hatimu, banyak orang mengatakan bukannya sifat iri itu manusiawi karena kita kan bukan nabi atau rosul ? Dekatkan dan berdoalah kepada Allah agar kamu pun diberi rezeki dan ilmu yang tinggi .Karena itu kamu tidak perlu iri kepada temanmu yang kaya ataupun temanmu yang pintar 



Iri dan Dengki

Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.

“Dan janganlah kita iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kita lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]
Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.

Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) [HR Bukhari]

Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.

Bagaimana pengaruh buruk rasa iri terhadap kehidupan kita? Mungkin persahabatan yang sudah kita jalin sekian lama terancam putus karena kita tidak bisa berpura-pura bahagia untuk teman kita lagi, sehingga kita menghindari telepon darinya. Atau mungkin kita yang selalu membuka halaman Facebook mantan pacar kita hanya untuk memkitangi fotonya dengan tunangannya. Atau mungkin kita yang membuka blog teman kita dengan penuh kebencian hanya karena berharap memiliki sedikit bakat seninya. Semuanya merupakan contoh pengaruh buruk rasa iri yang menyita energi--yang seharusnya bisa kita gunakan untuk hal yang lebih positif. Rasa iri mungkin akan merusak diri kita dengan beberapa cara:[2]
  1.     Menyita waktu kita
  2.     Mengganggu pikiran kita
  3.     Merusak hubungan personal dan profesional kita
  4.     Mengubah kepribadian kita
  5.     Menciptakan hawa negatif dalam hidup kita

Pendidikan Islam di Indonesia: Sejarah Masa Kerajaan Islam


A. Pendahuluan
Sejarah Pendidikan Islam dimulai sejak agama Islam masuk ke Indonesia yang oleh sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa awal mula masuknya di pulau Suamtera bagian utara di daerah Aceh. Artinya, sejarah pendidikanIslam sama tuanya dengan masuknya agamaIslam ke Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemeluk agama baru tersebut sudah tentu ingin mempelajari dan mengetahui lebih dalam tentang ajaran-ajaran Islam. Ingin pandai sholat, berdoa dan membaca al-Quran yang menyebabkan timbulnya proses belajar, meskipun dalam pengertian yang amat sederhana. Dari sinilah mulai timbul pendidikan Islam, dimana pada mulanya mereka belajar di rumah-rumah, langgar/surau, mesjid kemudian berkembang menjadi pondok pesantren. Setelah itu baru timbul sistem madrasah yang teratur sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.
Kendatipun pendidikan Islam dimulai sejak pertama Islam itu sendiri menancapkan dirinya di kepulauan nusantara, namun secara pasti tidak dapat diketahui bagaimana cara pendidikanpada masa permulaan Islam di Indonesia, seperti tentang buku yang dipakai, pengelolanya dan sistemnya. Ini disebabkan karena bahan-bahan rujukannya sangat terbatas. Yang dapat dipastikan hanyalah pendidikan Islam pada waktu itu telah ada, tetapi dalam bentuk yang sangat sederhana.

B. Masuknya Islam ke Indonesia
Tidak ada perdebatan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai.[1] Namun, terdapat diskusi dan perdebatan panjang di antara para ahli, mengenai tiga masalah pokok, tempat asal kedatangan Islam, para pembawanya, dan waktu kedatangannya.[2]
Berbagai teori dan pembahasan yang berusaha menjawab ketiga masalah pokok ini jelas belum tuntas, tidak hanya kurangnya data yang dapat mendukung suatu teori tertentu, tetapi juga karena sifat sepihak dari berbagai teori yang ada. Terdapat kecenderungan kuat, suatu teori tertentu menekankan hanya aspek-aspek khusus dari ketiga masalah pokok, sementara mengabaikan aspek-aspek lainnya.[3] Dan juga disebabkan oleh subjektivitas penulis.[4]
Islam menyebar di India dan semenanjung Arab hingga ke Malaya dan masuk ke Indonesia. Pada beberapa daerah, Islam disebarkan melalui penaklukkan, akan tetapi di Asia Tenggara Islam disebarkan oleh para pedagang dan aktivitas sufi.[5]
Dalam berbagai literatur yang ada, banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai tiga persoalan di atas, namun di sini hanya akan dikemukakan beberapa masalah saja.
Seorang penulis berkebangsaan Barat, Thomas W. Arnold menjelaskan bahwa telah dibawa ke Nusantara oleh pedagang-pedagang Arab sehak abad pertama hijriah, lama sebelum adanya catatan sejarah. Pernyataan ini diperkuat dengan adanya perdagangan yang luas oleh orang-orang Arab dengan dunia timur sejak masa awal Islam.[6]
Di dalam Tarikh China, pada tahun 674 M, terdapat catatan tentang seorang pemimpin Arab yang mengepalai rombongan orang-orang Arab dan menetap di pantai barat Sumatera. Kemudian berdasarkan kesamaan mazhab yang dianut oleh mereka (pedagang dan muhballigh) anut, yaitu mazhab Syafi’i. Pada masa itu mazhab Syafi’I merupakan mazhab yang dominan di pantai Corromandel dan Malabor ketika Ibnu Batutah mengunjungi wilayah tersebut pada abad ke-14.[7]
Dalam pernyataan di atas, Arnold mengatakan bahwa Arabia bukan satu-satunya tempat asal Islam dibawa, tapi juga dari Corromander dan Malabar.
Versi lain yang dipaparkan oleh Azra yang mengutip beberapa  pendapat dan teori sarjana, kebanyakan sarjana Belanda yang berpegang pada teori yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara berasal dari anak Benua India bukan Persia atau Arab. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah Pijnappel, seorang pakar dari Leiden. Dia mengaitkan asal muasal Islam di Nusantara dengan  dengan wilayah Gujarat dan Malabar. Menurut dia, adalah orang-orang yang bermazhab Syafi’i yang bermigrasi dan menetap di wilayah India tersebut yang kemudian membawa Islam ke Nusantara.[8] Teori ini dikembangkan oleh Snoujk Hurgronje
Moquetta, seorang sarjana Belanda lainnya, berdasarkan hasil penelitiannya menyimpulkan bawha tempat asal Islam di Nusantara adalah Cambay, Gujarat. Dia berargument bahwa tipe nisan yang terdapat baik di Pasai maupun Gresik memperlihatkan tipe yang sama dengan yang terdapat di Cambay, India.[9]
Selain dari itu, seminar yang dilaksanakan di Medan pada tahun 1963, tahun 1978 di Banda Aceh, dan tanggal 30 september 1980 di Rantau Kuala Simpang tentang sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia menyimpulkan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad I H langsung dari tanah Arab melalui Aceh.[10]
Kemudian daerah yang pertama kali didatangi Islam ialah pesisir Sumatera. Para muballigh itu selain sebagai penyiar agama juga merupakan pedagang. Dan penyiaran Islam di Indonesia dilakukan secara damai.[11]
Beberapa teori lain, sebgaimana yang dihimpun oleh Muhammad Hasan al-Idrus menjelaskan dua teori yang berbeda yang bertolak belakang. Teori pertama diwakili oleh sarjanawan Eropa yang menjelaskan bahwa Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-13 M, ketika Marcopolo singgah di Utara pulau Sumatera pada tahun 1292 M.[12]
Teori kedua, adalah teori yang dikemukakan oleh beberapa sarjana Arab dan Muslim, antara lain Muhammad Dhiya’ Syahab dan Abdullah bin Nuh yang menulis kitab al-Islam fi Indonesia, serta Syarif Alwi bin Thahir al-Haddad seorang mufti kesultanan Johor Malaysia dalam kitabnya yang berjudul al-Madkhal ila Tarikh al-Islam fis Syarqi al-Aqsha, keduanya menolak teori yang dikemukakan oleh para sarjanawan Barat yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Asia Tenggara  khusunya ke Malaysia dan Indonesia pada abad ke-13 M. mereka meyakini bahwa Islam masuk pada abad ke-7 H, karena kerajaan Islam baru ada di Sumatera pada sekitar akhir abad ke-5 dan ke-6 H. Hal ini mereka pertegas dengan mengemukakan beberapa bukti, antara lain tentang sejarah kehidupan seorang penyebar agama Islam di Jawa yakni Seikh Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri) bin Maulana Uluwwul Islam Makhdum lahir pada tahun 1355 tahun Jawa. Sedangkan ayahnya masuk ke Jawa setelah masuknya Sayrif al-Husein raja Carmen pada tahun 1316 tahun Jawa. Setelah itu masuk Raden Rahmat, seorang penyebar agama Islam di Jawa Timur pada tahun 1316 tahun Jawa.[13] 
Teori versi Indonesia menjelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedangan dari Persia, Arab dan India melalui pelabuhan penting  seperti pelabuhan Lamuri di Aceh, Barus dan Palembang di Sumatera sekitar abad I H/7 M.[14]

C. Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan-Kerajaan
1. Zaman Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai, yang didirikan pada abad ke-10 M dengan raja pertamanya Malik Ibrahim bin Mahdum. Yang kedua bernama Al-Malik Al-Shaleh dan yang terakhir bernama Al-Malik Sabar Syah (tahun 1444 M/ abad ke-15 H).[15] Pada tahun 1345, Ibnu Batutah dari Maroko sempat singgah di Kerajaan Pasai pada zaman pemerintahan Malik Az-Zahir, raja yang terkenal alim dalam ilmu agama dan bermazhab Syafi’i, mengadakan pengajian sampai waktu sholat Ashar dan fasih berbahasa Arab serta mempraktekkan pola hidup yang sederhana.[16]
Keterangan Ibnu Batutah tersebut dapat ditarik kesimpulan pendidikan yang berlaku di zaman kerajaan Pasai sebagai berikut:
1.       Materi pendidikan dan pengajaran agama bidang syari’at adalah Fiqh mazhab Syafi’i.
2.      Sistem pendidikannya secara informal berupa majlis ta’lim dan halaqoh.
3.      Tokoh pemerintahan merangkap tokoh agama.
4.      Biaya pendidikan bersumber dari negara.[17]
Pada zaman kerajaan Samudra Pasai mencapai kejayaannya pada abad ke-14 M, maka pendidikan juga tentu mendapat tempat tersendiri. Mengutip keterangan Tome Pires, yang menyatakan bahwa “di Samudra Pasai banyak terdapat kota, dimana antar warga kota tersebut terdapat orang-orang berpendidikan”.[18]
Menurut Ibnu Batutah juga, Pasai pada abad ke-14 M, sudah merupakan pusat studi Islam di Asia Tenggara, dan banyak berkumpul ulama-ulama dari negara-negara Islam. Ibnu Batutah menyatakan bahwa Sultan Malikul Zahir adalah orang yang cinta kepada para ulama dan ilmu pengetahuan. Bila hari jum’at tiba, Sultan sembahyang di Masjid menggunakan pakaian ulama, setelah sembahyang mengadakan diskusi dengan para alim pengetahuan agama, antara lain: Amir Abdullah dari Delhi, dan Tajudin dari Ispahan. Bentuk pendidikan dengan cara diskusi disebut Majlis Ta’lim atau halaqoh. Sistem halaqoh yaitu para murid mengambil posisi melingkari guru. Guru duduk di tengah-tengah lingkaran murid dengan posisi seluruh wajah murid menghadap guru.
2. Zaman Kerajaan Perlak
Kerajaan Islam kedua di Indonesia adalah Perlak di Aceh. Rajanya yang pertama Sultan Alaudin (tahun 1161-1186 H/abad 12 M). Antara Pasai dan Perlak terjalin kerja sama yang baik sehingga seorang Raja Pasai menikah dengan Putri Raja Perlak. Perlak merupakan daerah yang terletak sangat strategis di Pantai Selat Malaka, dan bebas dari pengaruh Hindu.[19]
Kerajaan Islam Perlak juga memiliki pusat pendidikan Islam Dayah Cot Kala. Dayah disamakan dengan Perguruan Tinggi, materi yang diajarkan yaitu bahasa Arab, tauhid, tasawuf, akhlak, ilmu bumi, ilmu bahasa dan sastra Arab, sejarah dan tata negara, mantiq, ilmu falaq dan filsafat. Daerahnya kira-kira dekat Aceh Timur sekarang. Pendirinya adalah ulama Pangeran Teungku Chik M.Amin, pada akhir abad ke-3 H, abad 10 M. Inilah pusat pendidikan pertama.
Rajanya yang ke enam bernama Sultan Mahdum Alaudin Muhammad Amin yang memerintah antara tahun 1243-1267 M, terkenal sebagai seorang Sultan yang arif bijaksana lagi alim. Beliau adalah seorang ulama yang mendirikan Perguruan Tinggi Islam yaitu suatu Majlis Taklim tinggi dihadiri khusus oleh para murid yang sudah alim. Lembaga tersebut juga mengajarkan dan membacakan kitab-kitab agama yang berbobot pengetahuan tinggi, misalnya kitab Al-Umm karangan Imam Syafi’i.[20] Dengan demikian pada kerajaan Perlak ini proses pendidikan Islam telah berjalan cukup baik.
3. Zaman Kerajaan Aceh Darussalam
Proklamasi kerajaan Aceh Darussalam adalah hasil peleburan kerajaan Islam Aceh di belahan Barat dan Kerajaan Islam Samudra Pasai di belahan Timur. Putra Sultan Abidin Syamsu Syah diangkat menjadi Raja dengan Sultan Alaudin Ali Mughayat Syah (1507-1522 M). Bentuk teritorial yang terkecil dari susunan pemerintahan Kerajaan Aceh adalah Gampong (Kampung), yang dikepalai oleh seorang Keucik dan Waki (wakil). Gampong-gampong yang letaknya berdekatan dan yang penduduknya melakukan ibadah bersama pada hari jum’at di sebuah masjid merupakan suatu kekuasaan wilayah yang disebut mukim, yang memegang peranan pimpinan mukim disebut Imeum mukim.[21]
Jenjang pendidikan yang ada di Kerajaan Aceh Darussalam diawali pendidikan terendah Meunasah (Madrasah). Yang berarti tempat belajar atau sekolah, terdapat di setiap gampong dan mempunyai multi fungsi antara lain:
1.       Sebagai tempat belajar Al-Qur’an.
2.      Sebagai Sekolah Dasar, dengan materi yang diajarkan yaitu menulis dan membaca huruf Arab, Ilmu agama, bahasa Melayu, akhlak dan sejarah Islam.
Fungsi lainnya adalah sebagai berikut:
1.       Sebagai tempat ibadah sholat 5 waktu untuk kampung itu.
2.      Sebagai tempat sholat tarawih dan tempat membaca Al-Qur’an di bulan puasa.
3.      Tempat kenduri Maulud pada bulan Mauludan.
4.      Tempat menyerahkan zakat fitrah pada hari menjelang Idhul Fitri atau bulan puasa.
5.      Tempat mengadakan perdamaian bila terjadi sengketa antara anggota kampung.
6.      Tempat bermusyawarah dalam segala urusan.
7.      Letak meunasah harus berbeda dengan letak rumah, supaya orang segera dapat mengetahui mana yang rumah atau meunasah dan mengetahui arah kiblat sholat.[22]
Selanjutnya sistem pendidikan di Dayah (Pesantren) seperti di Meunasah tetapi materi yang diajarkan adalah kitab Nahu, yang diartikan kitab yang dalam Bahasa Arab, meskipun arti Nahu sendiri adalah tata bahasa (Arab). Dayah biasanya dekat masjid, meskipun ada juga di dekat Teungku yang memiliki dayah itu sendiri, terutama dayah yang tingkat pelajarannya sudah tinggi. Oleh karena itu orang yang ingin belajar nahu itu tidak dapat belajar sambilan, untuk itu mereka harus memilih dayah yang agak jauh sedikit dari kampungnya dan tinggal di dayah tersebut yang disebut Meudagang. Di dayah telah disediakan pondok-pondok kecil mamuat dua orang tiap rumah. Dalam buku karangan Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, istilah Rangkang merupakan madrasah seringkat Tsanawiyah, materi yang diajarkan yaitu bahasa Arab, ilmu bumi, sejarah, berhitung, dan akhlak. Rangkang juga diselenggarakan disetiap mukim.[23]
Bidang pendidikan di kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi perhatian. Pada saat itu terdapat lembaga-lembaga negara yang bertugas dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan yaitu:
  1. Balai Seutia Hukama, merupakan lembaga ilmu pengetahuan, tempat berkumpulnya para ulama, ahli pikir dan cendikiawan untuk membahas dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
  2. Balai Seutia Ulama, merupakan jawatan pendidikan yang bertugas mengurus masalah-masalah pendidikan dan pengajaran.
  3. Balai Jama’ah Himpunan Ulama, merupakan kelompok studi tempat para ulama dan sarjana berkumpul untuk bertukar fikiran membahas persoalan pendidikan dan ilmu pendidikannya.
Aceh pada saat itu merupakan sumber ilmu pengetahuan dengan sarjana-sarjanaya yang terkenal di dalam dan luar negeri. Sehingga banyak orang luar datang ke Aceh untuk menuntut ilmu, bahkan ibukota Aceh Darussalam berkembang menjadi kota Internasional dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
Kerajaan Aceh telah menjalin suatu hubungan persahabatan dengan kerajaan Islam terkemuka di Timur Tengah yaitu kerajaan Turki. Pada masa itu banyak pula ulama dan pujangga-pujangga dari berbagai negeri Islam yang datang ke Aceh. Para ulama dan pujangga ini mengajarkan ilmu agama Islam (Theologi Islam) dan berbagai ilmu pengetahuan serta menulis bermacam-macam kitab berisi ajaran agama. Karenanya pengajaran agama Islam di Aceh menjadi penting dan Aceh menjadi kerajaan Islam yang kuat di nusantara. Diantara para ulama dan pijangga yang pernah datang ke kerajaan Aceh antara lain Muhammad Azhari yang mengajar ilmu Metafisika, Syekh Abdul Khair Ibn Syekh Hajar ahli dalam bidang pogmatic dan mistik, Muhammad Yamani ahli dalam bidang ilmu usul fiqh dan Syekh Muhammad Jailani Ibn Hasan yang mengajar logika.[24]
Tokoh pendidikan agama Islam lainnya yang berada di kerajaan Aceh adalah Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang pujangga dan guru agama yang terkenal dengan ajaran tasawuf yang beraliran wujudiyah. Diantara karya-karya Hamzah Fansuri adalah Asrar Al-Aufin, Syarab Al-Asyikin, dan Zuiat Al-Nuwahidin. Sebagai seorang pujangga ia menghasilkan karya-karya, Syair si burung pungguk, syair perahu.
Ulama penting lainnnya adalah Syamsuddin As-Samathrani atau lebih dikenal dengan Syamsuddin Pasai. Ia adalah murid dari Hamzah Fansuri yang mengembangkan paham wujudiyah di Aceh. Kitab yang ditulis, Mir’atul al-Qulub, Miratul Mukmin dan lainnya.
Ulama dan pujangga lain yang pernah datang ke kerajaan Aceh ialah Syekh Nuruddin Ar-Raniri. Ia menentang paham wujudiyah dan menulis banyak kitab mengenai agama Islam dalam bahasa Arab maupun Melayu klasik. Kitab yang terbesar dan tertinggi mutu dalam kesustraan Melayu klasik dan berisi tentang sejarah kerajaan Aceh adalah kitab Bustanul Salatin.
Pada masa kejayaan kerajaan Aceh, masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636) oleh Sultannya banyak didirikan masjid sebagai tempat beribadah umat Islam, salah satu masjid yang terkenal Masjid Baitul Rahman, yang juga dijadikan sebagai Perguruan Tinggi dan mempunyai 17 daars (fakultas).
Dengan melihat banyak para ulama dan pujangga yang datang ke Aceh, serta adanya Perguruan Tinggi, maka dapat dipastikan bahwa kerajaan Aceh menjadi pusat studi Islam. Karena faktor agama Islam merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Aceh pada periode berikutnya. Menurut B.J. Boland, bahwa seorang Aceh adalah seorang Islam.[25]
4. Kerajaan Langkat
Berdasarkan data yang didapatkan bahwa sebelum tahun 1900, kerajaan Langkat belum memiliki lembaga pendidikan formal. Pendidikan yang dilaksanakan masih dengan pendidikan non formal, yaitu dengan belajar kepada guru-guru agama ataupun ahli-ahli dalam bidang tertentu. Bagi keluarga kerajaan juga diberikan pendidikan yang seperti ini. Para guru-guru itu diundang ke istana untuk memberikan ceramah dan pengajaran kepada raja beserta keluarganya. Ketika itu dinamika intelektual khususnya dalam bidang pendidikan belum menjadi fokus perhatian para sultan. Nampaknya mereka masih sibuk dengan masalah politik yang terjadi, yaitu berkaitan dengan perluasan wilayah kekuasaan dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadikan dinamika intelektual di Langkat tidak berkembang dengan baik dan kurang mendapat perhatian. Baru, setelah sultan Abdul Aziz menjadi sultan Langkat, lembaga pendidikan formal yang dinamakan maktab (baca: madrasah) dapat berdiri dan menjadi pusat pendidikan agama  bagi masyarakat Langkat.
Dengan berdirinya madrasah Al-masrullah tahun 1912, madrasah Aziziah pada tahun  1914 dan madrasah Mahmudiyah tahun 1921, maka Langkat menjadi salah satu dari tempat yang dituju oleh pencari-pencari ilmu dari berbagai daerah. Disebutkan bahwa selain dari masyarakat Langkat yang belajar pada kedua maktab tersebut, maka banyak pelajar-pelajar yang datang dari dalam dan luar pulau Sumatera, seperti Riau, Jambi, Tapanuli, Kalimantan Barat, Malaysia, Brunei dan lain sebagainya.[26]
Pada awalnya madrasah (maktab) ini hanya disediakan untuk anak-anak keturunan raja dan bangsawan saja, namun pada perkembangannya maktab ini memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk dapat belajar dan menuntut ilmu. Beberapa tokoh nasional yang pernah belajar di maktab ini antara lain adalah Tengku Amir Hamzah dan  Adam Malik (mantan wakil presiden RI).
Dalam biografinya Adam Malik meyebutkan bahwa madrasah Al-masrullah termasuk lembaga yang mempunyai bangunan bagus dan modern menurut ukuran zaman tersebut. Di mana masing-masing anak dari keluarga berada (kaya) mendapat kamar-kamar tersendiri. Sistem pendidikan yang dijalankan pada sekolah ini sama seperti sistem sekolah umum di Inggris, di mana anak laki-laki usia 12 tahun mulai dipisahkan dari orang tua mereka untuk tinggal di kamar-kamar tersendiri dalam suasana yang penuh disiplin. Fasilitas-fasilitas olah raga juga disediakan di sekolah tersebut seperti lapangan untuk bermain bola dan kolam renang milik kesultanan Langkat.[27]
Ketiga lembaga pendidikan tersebut didirikan oleh sultan Abdul Aziz yang kemudian diberi nama dengan perguruan Jama’iyah Mahmudiyah. Pada tahun 1923 perguruan Jama’iyah Mahmudiyah telah memiliki 22 ruang belajar, 12 ruang asrama, disamping berbagai fasilitas lainnya seperti 2 buah Aula, sebuah rumah panti asuhan untuk yatim piatu, kolam renang, lapangan bola dan sebagainya. Untuk meningkatkan mutu pendidikan pada perguruan Jama’iyah Mahmudiyah, maka tenaga pengajarnya  sebagian besar merupakan guru-guru yang pernah belajar ke Timur tengah seperti Mekkah, Medinah dan Mesir. Mereka semua dikirim atas biaya Sultan setelah sebelumnya diseleksi terlebih dahulu, hingga sekitar tahun 1930 siswa-siswa yang belajar di perguruan ini sekitar 2000 orang yang berasal dari berbagai macam daerah.[28]
Selanjutnya sultan Abdul Azis kemudian mendirikan lembaga pendidikan umum bagi masyarakat Langkat yaitu sekolah HIS dan Sekolah Melayu, yang banyak memberikan materi-materi pelajaran umum. Mengenai gaji-gaji guru dan biaya perawatan bangunan semuanya ditanggung oleh pihak kesultanan Langkat, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa segala biaya yang berkaitan dengan fasilitas-fasilitas pendidikan di Langkat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintahan kerajaan.
Memang pada awal tahun 1900-an Pemerintahan Belanda telah mendirikan sekolahLangkatsche School [29] (baca: Sekolah Belanda). Namun penerimaan siswanya masih sangat terbatas, di masa itu yang diterima hanya anak-anak bangsawan dan dan anak pegawai AmbtenaarBelanda serta orang-orang kaya yang berharta, dalam bahasa pengantarnya lembaga pendidikan ini menggunakan bahasa Belanda. Selain itu didirikan juga ELS (Europese Logare School) dan untuk anak-anak keturunan Cina didirikan Holland Chinese School atau HCS.

D. Analisa Sejarah Pendidikan Islam di Nusantara
1. Lembaga Pendidikan
a. Mesjid
Ketika ajaran Islam masuk ke Indonesia yang dibawa oleh da’i dan muballig, adalah hal yang sangat wajar bila salah satu yang menjadi perhatian utama masyarakat muslim adalah mesjid atau yang lebih sederhana sebagai pusat kegiatan penyebaran ajaran Islam.
Mesjid sebagai pusat aktifitas penyebaran Islam lambat laun-dan memang bukan sebuah hal yang dianggap terpisah-meluas perannya sebagai lembaga pendidikan bagi orang tua maupun anak-anak. Pada umumnya, pendidikan yang berlangsung di masjid berkisar pada membaca Alquran dan akhlak.[30]
b. Pesantren
Tidak ada data yang cukup jelas mengenai kapan berdirinya pesantren, namun penelusuran sejarah menemukan bahwa lembaga pendidikan yang disebut dengan pawiyatan di pulau Jawa. Bila dianalisa, sistem pendidikan pawiyatan[31] mirip dengan pesantren. Karena itu banyak yang mengatakan bahwa pesantren telah muncul sejak permulaan Islam di Nusantara yang mengambil bentuk dalam pawiyatan.
Materi yang diajarkan di dalam pawiyatan berkisar pada ilmu-ilmu agama dan sikap beragama. Pada tingkat dasar diajarkan membaca Alquran. Pada tingkat selanjutnya diajarkan kitab-kitab klasik yang juga diklasifikasikan kepada tingkat dasar, menengah dan tinggi. Metode yang digunakan adalah metode penghafalan.
Pada lembaga ini juga telah dikenal kyai dan santri, mesjid dan kitab kuning.[32]
c. Meunasah, Rangkang dan Dayah
meunasah, rangkang dan dayah adalah lembaga pendidikan yang dikenal pada masyarakat Aceh. Meunasah dapat diartikan sebagai madrasah. Namun bagi masyarakat meunasah juga berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat pertemuan, pusat informasi, tempat tidur dan tempat singgah dan istirahat para musafir.
Sementara rangkang adalah tempat tinggal murid yang dibangun di sekitar mesjid. Tampaknya meunasah yang menjadi tempat pendidikan dan pengajaran, sementara rangkangdisediakan untuk tempat tinggal murid. Karena itu, meunasah dan rangkang saling berdekatan.
Sementara dayah pada mulanya merupakan istilah bagi tempat di pojok-pojok mesjid yang digunakan sebagai tempat pengajaran. Istilah ini sendiri berasal dari bahasa Arab yaknizawiyah yang berarti sudut.
4. Surau
Istilah surau telah ada di Minangkabau sebelum Islam datang, karena surau merupakan sarana budaya Minangkabau yang fungsinya tempat tinggal para laki-laki yang telah akil dan balig. Seiring dengan datangnya Islam, surau menjadi tempat penyebaran agama dan pusat-pusat pendidikan. Surau sebagai lembaga pendidikan mengajarkan pembacaan Alquran bagi masyarakt.[33]
2, Aktifitas Pendidikan
Pada masa awal kedatangan Islam hingga berdirinya kerajaan-kerajaan Islam, aktifitas pendidikan Islam terfokus pada pengajaran ajaran Islam itu sendiri. Setelah terbentuknya komunitas muslim dan mesjid, aktifitas pendidikan yang intens terlihat. Dalam aktifitas ini terdapat guru yang merupakan ulama yang mengajarkan agama Islam yang terpusat di mesjid-mesjid.
Perkembangan selanjutnya, dengan adanya tempat-tempat tinggal yang disediakan bagi para murid membuktikan bahwa para murid telah tinggal di pusat-pusat pendidikan, artinya tidak tertutup kemungkinan telah ada semacam rihlah ilmiyah (ekspedisi ilmiah) yang bertujuan untuk menuntut ilmu dari ulama-ulama terkenal.
Aktifitas kependidikan lainnya yang juga terlihat adalah penulisan karya-karya ilmiah oleh beberapa ulama terkenal seperti Nuruddin ar-Raniri, Hamzah Fansyuri, Amir Hamzah dan lain sebagainya. Beberapa dari karya mereka masih dapat dijumpai hingga saat ini.
3. Warisan Pendidikan Masa Kerajaan
Ada beberapa warisan pendidikan Islam masa kerajaan-kerajaan Islam yang masih dapat ditemui hingga sekarang, baik berupa lembaga maupun karya-karya berupa buku.
Dari aspek lembaga, madrasah, meunasah, dayah, rangkang dan pesantren telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mapan yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pendidikan Indonesia. Beberapa lembaga lain seperti surau dan mesjid, seiring dibutuhkannya tempat pengajaran yang khusus, semakin jarang digunakan sebagai pusat pendidikan, kecuali untuk pendidikan informal.
Karya-karya utama dalam pendidikan Islam pada masa ini adalah seperti karya Nuruddin ar-Raniri yang berjudul Shirat Mustaqim dan Bustan As-Salathin atau karyat Abdul Samad Al-Palembani yang berjudul Hidayat As-Salikin.

E. Kesimpulan
Pendidikan Islam di Indonesia telah bermula sejak kedatangannya ke Indonesia, bahkan salah satu sarana yang menjadi penyebaran Islam itu sendiri adalah aspek pendidikan. Sejarah pendidikan Islam di Nusantara pada masa awal Islam dapat ditelusuri kepada sejarah kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara.
Lembaga pendidikan tradisional telah dikenal dalam pendidikan Islam di Nusantara pada masa awal Islam, berupa mesjid, surau, dayah, meunasah, pesantren dan madrasah.
Masa transisi pendidikan antara masa kerajaan Islam di Nusantara dan kolonialisme Belanda dapat ditelusuri pada masa kerajaan Langkat. Pada masa kerajaan Langkat, Madrasah telah benar-benar melembaga.