This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 12 April 2013

MUTIARA CINTA

"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"
Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

Minggu, 07 April 2013

CURHATNYA SEORAN WANITA

Ijinkan aku mencintaimu dalam diamku
Ketika cinta dan kerinduan berpadu dalam sujud-sujud panjangku
Ketika pengharapan dan keresahan mengalir dalam doa-doa malamku

Ijinkan aku tetap mencintaimu dalam diamku
Hingga Dia menakdirkan yang terbaik untuk kita
Karena.....aku ingin selamanya mencintaimu karenaNYA


ada keranjang berwana biru
yang menghuni sudut hatik
keranjang yang penuh dengan butiran maaf
untukmu

saat kau melukai hatiku
sebutir maaf akan melompat dari keranjang itu
menyelinap di antara helaan nafas
luruh bersama air mata

mungkin aku diam, cemberut, menangis
menjauh darimu
tak ingin melihatmu
percayalah itu tak apa apa

kamu boleh menggenggam tanganku
mengusap air mataku
mengecup keningku, memelukku
itu akan membuatku jadi lebih baik

keranjang itu selalu ada disana
terisi penuh setiap harinya
tak akan pernah habis
karena aku cinta kamu


Iman yang menshibghah -mewarnai- akal, hati dan jasad seorang mukmin niscaya ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan maka pilihannya itu
sudah pasti jatuh pada nilai-nilai
kebenaran dan kebaikan.

Ia senantiasa memutuskan sesuatu
dengan haq dan menghindari hal-hal
yang menjurus kepada kebatilan. Jadi seorang yang telah tershibghah
imannya, ia akan menjadi cahaya bagi
dirinya, keluarganya dan masyarakatnya.

Allah berfirman; “Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian ia Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah
masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali
tidak dapat ke luar dari padanya?…”
QS 6:122


Wahai imamku..

Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga.. Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah, Yang ruh dan jiwanya selalu
merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah
syuhada..

Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu
membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu suamiku..

Padamu imamku…
Ku memohon padamu..
Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga- Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..
 


Saudariku, jangan kau tinggalkan aku
dalam ketidaktahuanku.
Saudariku, jangan kau tinggalkan aku
dalam ketidakpahamanku.
Saudariku, jangan tinggalkan aku
dalam kebodohanku. Saudariku, jangan kau biarkan aku
tersesat dalam jalan yang gelap.
Saudariku, jangan tinggalkan aku
sendiri bersama kesepian.

Saudariku, aku ingin nasehat darimu.
Saudariku, aku ingin kau mengajari akan ilmu dien.
Saudariku, aku ingin kasih sayangmu
sebagai muslimin.
Saudariku, aku ingin kau marahi di saat aku berlaku salah.
Saudariku, jangan kau diam atas
kesalahan yang kulakukan.

Saling mencintai dan membencilah karena Alloh...


 “Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)

Saudariku muslimah… bersabarlah dalam
belajar ikhlas. Palingkan wajahmu dari pujian manusia dan gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana dan akan hancur, maka sia-sia ibadah yang engkau lakukan untuk dunia.
Sedangkan akhirat adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya.

Bersabarlah di dunia yang hanya sebentar, karena engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.


Ya Allah yaa rabb, . .
Indahkanlah hatiku dengan Cinta
Dekatkanlah aku dengan kebajikan dunia dan akhirat

Andaikan sehelai daun yang kering dan usang Lebih berharga dari sebongkah jiwa yang rapuh
Ijinkanlah kubersujud dan
bersimpuh memohon ampunanMU Mengingat waktu yang pernah terbuang

Dalam madah cinta terurai kata, Ijinkanlah AKU menemuiMU kali
ini, Merujuk pasrah kepadaMU dan
berserah atas kehendakMU . . . . .

Dalam indahnya CintaMU
Jadikanlah aku cahaya diLangitMU Langit surgaMU


Berterimakasihlah pada orang yg telah
melukai hatimu
karena dia telah membuatmu kuat

Berterimakasihlah pada orang yg telah
membohongimu
karena dia telah membuatmu lebih bijaksana

Berterimakasihlah pada orang yg telah
membencimu karena dia telah mengasah ketegaranmu

Berterimakasihlah pada orang yg mengecewakanmu
karena dia telah melatihmu untuk lebih ikhlas

Berterimakasihlah pada orang yg
menjaga dan mengerti semua
keadaanmu karena disitulah RAHMAN ALLAH ada bersamamu 


 Untukmu suamiku..

terima kasih..
Kasih sayangmu padaku begitu berarti bagiku, kuharap kebahagiaan selalu mewarnai hidup kita..

terima kasih..
Telah memberi aku cinta yg membuat aku semakin menyayangimu, semoga Alloh pun semakin menyayangi kita ya kasih..

Terima kasih..
Telah meluangkan waktumu untuk selalu berada disampingku semoga keberkahan dan pahala yg kita tuai kasih...

Aku disini menunggumu tuk memberikan sedikit kebahagiaan dng senyum manisku.


 Kasih dunia akhiratku ....
Senyumlah ....
Mari kita mencari redhoNya
Mari kita raih hidup bahagia dengan doa dan usaha
Mari kita berjuang dengan bekal iman di dada
Mari kita tantang matahari dengan tekad membaja
Mari kita hadapi hidup
Seperti semut hitam di malam gelap gulita
Mencari makan untuk anak-anaknya
Marilah ....kasihku
Hapuslah air matamu ....
Senyumlah .... !

Di balik senyummu ada kurniaNya
Di balik senyummu ada bahagia
Di balik senyummu ada sedekah
Di balik senyummu ada keikhlasan
Di balik senyummu ada istana kerinduan

Wahai wanita penuh cinta ....
Tersenyumlah ....
Doaku menyertaimu ...


 Terima kasih, kekasihku
Seperti itulah aku tersenyum padamu
atas kebahagiaan demi kebahagiaan

Engkau pantas mendapatkannya, cintaku
Begitulah engkau mengecup dahiku
Senja demi senja

Dan serasa ingin kubaktikan sepenuh jiwa ragaku
Mengucap nama-nama indahNya bersamamu
Pagi demi pagi

Serta ingin kuhabiskan seluruh hidupku
Sujud bersamamu di hadapan-Nya
Malam demi malam


      

SANUBARI WANITA

 
Suamiku, tentunya engkau tahu bahwa
jalan menuju surga tidaklah mudah.
Namun aku berharap jalan itu akan dipermudah bagiku. Aku berharap jalan surgaku akan dengan mudah kutelusuri bersamaan dengan tetap adanya aku di sisimu. Apakah engkau paham maksudku, suamiku?

Aku hanya ingin mengatakan satu pintaku: buatlah aku mampu melakukan apa pun yang membuatmu ridho kepadaku, sebab dengan begitu Allah pun akan meridhoiku.

Sebaliknya, belokkanlah langkahku bila aku melakukan sesuatu yang membuat Allah memurkaiku sehingga engkau pun murka kepadaku.

Karena kau tahu aku begitu lemah untuk bisa menunaikan seluruh hak-hakmu. Bahkan tiada mungkin aku menunaikan seluruhnya sebab begitu agung dan tak terhingga hak-hakmu...

 
Suamiku, telah aku berikan cinta ini untukmu, maka jagalah kesucian cinta ini dng mengajarkan aku mencintaiNYA. Terlelaplah dalam tdurmu malam ini disampingku kekasih dunia akhiratku, hingga aku membangunkanmu di sepertiga malamNYA dng kecupan hangat dikeningmu..

 Duhai suamiku,
Engkaulah orang yang selalu ada disisiku dalam suka dan duka
Engkaulah tempatku bersandar dan berkeluh kesah
Engkau pula tempatku melampiaskan kemarahan
Atas ketidak pekaanmu terhadapku
Atas segala harapan yang tidak tercapai
Atas kemarahanmu atas diriku

Duhai suamiku,
Andai engkau tahu betapa aku menyayangmu
Betapa aku selalu mengharap kasih sayangmu
Betapa aku tak mengharapkan hartamu
Sungguh aku bahagia bersamamu
Kasihmu cukup bagiku
Untuk menghadang kerasnya terpaan angin dan ombak

Duhai suamiku,
Aku hanyalah wanita biasa
Penuh kekurangan dan kesalahan

Maafkanlah aku….

Saat aku tak mampu memahamimu
Saat aku tak bisa menerima kerasnya hatimu
Saat aku tak mampu memeluk hatimu
Saat aku tak bisa menjadi seperti harapanmu

Duhai suamiku,
Sesungguhnya aku mencoba
Memahamimu sepenuh hati
Menerimamu setulus hati
Menyayangimu tanpa harap
Menjadi yang terbaik bagimu
Menjadi lautan penyejuk hatimu

Duhai suamiku,
Sungguh aku menyayangmu
Sungguh aku tulus bersamamu
Sungguh aku berharap kita kan selalu bersama
Hingga akhir nanti…
Hanya satu doaku
Semoga kita kan selalu bersama selamanya

 Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh Alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh Alloh.

 

 Sayang-ku…..
Bukan maksud amarah-ku menggelapkan mata hati-ku….
Bukan pula gejolak emosi-ku membutakan sisi iman-ku….
Cinta, sayang, rindu, dekap dan butuh…sungguh jauh mengalahkan semua itu….
Imam teladan-ku,
Sedetik perasaan benci kalah dengan sejuta perasaan rindu dipuja-mu….
Sedetik perasaan galau kalah dengan sejuta perasaan haus belai-mu….
Sedetik perasaan kalut kalah dengan sejuta perasaan nyaman di sisi-mu….
Sedetik perasaan hampa kalah dengan sejuta perasaan butuh sayang-mu….
Duhai Ahli surga-ku,
Aku memang bukan KHADIJAH apalagi AISYAH….

Aku memang bukan wanita luar biasa….

Aku memang jauh dari kata SEMPURNA….

Tapi aku pantang menyerah….ijinkan aku menjadi wanita sholehah di jiwa….

Engkau Pelengkap jiwa raga-ku,

Maafkan aku yang terkadang nista akan kewajiban-ku…

Maafkan aku yang terkadang sombong akan kelebihan-ku…

Maafkan aku yang terkadang khilaf seolah2 bisa tanpa-mu…

Maafkan aku, cinta….maafkan aku…..sungguh aku sujudkan maaf, pada-mu sayang….

Benar kata-mu……

Kamu adalah nahkoda bagi-ku…

Kamu adalah penunjuk arah hidup-ku…

Kamu adalah pemimpin sholat-ku….

Kamu adalah titian (jembatan) taqwa-ku menggapai SURGA ILLAHI…..dan,

Aku adalah kain putih yang akan engkau sulam dan bentuk dengan didik-mu….

Aku adalah emas berlian yang akan kau suci-kan karatnya….

Aku adalah tanggungjawab-mu sampai kelak mati-ku….

Aku adalah penentu jalan-mu ke ARSY….

Wahai Kekasih hati-ku,

Mari kita seberangi luasnya ” lautan kehidupan” ke ujung samudera itu (surga) bersama-sama….

Mari kita jalani “tantangan hidup” yang semakin keras ini bersama-sama….

Mari kita selami makna “jatuh bangun” berumahtangga ini bersama-sama….

Mari kita hadapi “terpaan hidup ” yang ALLAH hadiah-kan buat kita berdua…


Kau adalah Aku…Aku adalah Kau…

Kita berdua yang telah diikat oleh janji suci dihadapan-Nya…

Aku mencintai-mu hanya karena ALLAH


~MAAFKAN AKU ATAS SEMUA AMARAHKU PADAMU YA SAYANG...Rindu ini ku titipkan pada Illahi Rabbi, agar aku bisa melihat senyummu ketika kamu pulang nanti~

 

 

 

 

 

Jumat, 05 April 2013

Mari kita menyimak tentang pentingnya Pakaian suami istri menurut Al Qur'an

Allah menghendaki agar pasangan suami-istri layaknya sepasang pakaian yang saling melengkapi, bukan saling merusak.

Dalam al-Quran disebutkan;

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا

كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ


Artinya: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu." (QS. Al-Baqoroh [2]:187)

Dalam ayat tersebut Allah swt. menyebut bahwa suami adalah libas bagi istrinya dan istri juga adalah Libas bagi suaminya. Kata “libas” mempunyai arti penutup tubuh (pakaian), pergaulan, ketenangan, ketentraman, kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan.

Penutup aib dan perhiasan

Fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat tubuh (lihat QS.7:26).  Suami istri adalah pakaian bagi pasangannya. Dengan demikian, suami istri adalah penutup  "aurat" (baca: aib) bagi pasangannya. Fungsi pakaian juga sebagai perhiasan (lihat QS.7:26). Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.

Allah berfirman dalam Surat Ali Imran [3]:14) yang artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Sumber Ketrentraman 

Suami adalah sumber ketentraman bagi istrinya. Istri juga adalah sumber ketentraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tentram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tentram pasangannya.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.“(QS.Ar-Ruum [30]:21)

Suami juga sumber kesenangan bagi istri. Begitu juga istri adalah sumber kesenangan bagi suami.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
” (QS. Ali Imran[3]:14)

“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Furqaan [25]:74)

Kedua ayat itu menyebutkan kata “wanita” dan “istri” saja, tidak menyebutkan kata “pria” dan “suami”. Seolah-olah dua ayat tersebut hanya ditujukan dan berlaku untuk pria dan suami. Meskipun kata “pria” dan “suami” tidak disebutkan, kedua ayat di atas juga ditujukan dan berlaku bagi para wanita dan istri, sehingga bisa dipahami juga sebagai berikut;

Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengan istrinya dalam segala aktivitas sehari-hari.

Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya.
Al-Quran Berjalan
Ada kisah seorang suami yang bisa menjadi tauladan bagi seluruh alam. Namanya Mumammad, yang diagungkan umat Islam sedunia.

Alkisah, suatu hari,  Siti Aisyah, sangat khawatir. Ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah lalu keluar membuka pintu rumah rumah. Betapa terkejutnya ketia dia mendapati suaminya, yang tak lain Rasulullah Muhammad sedang tidur di depan pintu.

"Mengapa engkau tidur di sini?," ujar Aisyah. Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu."

Itulah akhlaq Muhammad. Beliau bahkan tak pernah menyebut panggilan istirnya dengan panggilan buruk. Sebaliknya, beliau memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang indah-indah.  Aisyah adalah istri Nabi yang sering mendapatkan sapaan  "ya khumairah" (wahai gadis berpipi kemerah-merahan). Begitulah Nabi, ia selalu memanggil istrinya dengan sapaan indah. Tak hanya Aisyah, bahkan untuk semua istri-istrinya, beliau selalu memanggil dengan panggilan indah dan menyenangkan perasaan mereka.

Tak ada akhlaq suami di dunia ini yang seindah akhlaq Muhammad. Karena itulah, Siti Aisyah pernah mengatakan,  akhlaq Muhammad itu sebagai “khuluquhu al-Qur'an” (al-Qur'an yang sedang berjalan).

Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam mengingatkan para suami, "Berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya."
Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka. *



هن لباس لکم وانتم لباس لهن

Ayat di atas menjelaskan bahwa kedudukan suami istri bagaikan pakaian satu sama lain dan jelas bahwa pakaian memiliki ciri-ciri yang dalam kehidupan dan hubungan suami istri harus tampak, sebagian darinya di antaranya:
  1. Sebagaimana salah satu fungsi dari pakaian adalah menutup aurat dan menjaga harga diri manusia, maka suami istri juga harus demikian, satu sama lain harus saling menutupi aib dari pasangannya dan menjaga harga diri satu sama lain.
  2. Sebagaimana antara manusia dan pakaiannya tidak ada pemisah, begitu juga suami istri hubungan satu sama lain harus erat dan tidak ada orang asing yang ikut campur dalam urusannya.
  3. Biasanya seseorang menggunakan pakaian sesuai dengan musim atau udara yang ia rasakan, ketika hawa panas manusia akan memakai baju yang agak tipis tapi kalau udara panas, mereka akan menggunakan pakaian yang tebal. Begitu juga dengan hubungan suami istri, ketika suami dalam keadaan marah maka istri harus menghadapinya dengan lemah lembut, dan ketika istri dalam keadaan capek maka suami harus mengobati rasa capeknya.
  4. Pakaian dapat menjaga manusia dari panas dan dingin, begitu juga sebaliknya manusia menjaga bajunya agar tidak kotor atau robek. Maka suami istri juga harus menjaga satu sama lain.
  5. Sebagaimana pakaian dapat menghangatkan tubuh manusia, maka suami harus bisa memberi kehangatan pada keluarganya dan menjauhkan dari sifat dingin dan acuh tak acuh.
  6. Sebagaimana pakaian dianggap sebagai perhiasan maka suami istri harus menjadi perhiasan bagi yang lainnya.
  7. Sebagaimana manusia memilih baju dalam berpakaian, maka begitu juga suami istri harus mereka sendiri memilih istri atau suami.
  8. Manusia ketika memilih pakaian biasanya yang sesuai dengan dirinya dan menurut ukurannya sendiri, begitu ketika mencari istri atau suami harus yang sesuai dengan mereka masing-masing.[E.q]