Rabu, 12 Juni 2013

Kenali Kecerdasan dan Gaya Belajar Anak Anda


Anak adalah anugerah terindah dari sang maha pencipta sebagai mutiara terbaik lentera penerang kehidupan bagi setiap keluarga. Hal yang paling berharga adalah bagaimana buah hati kita memiliki kesuksesan dalam menjalani keseharian sebagai manusia yang berakhlaq mulia berguna bagi agama, keluarga dan Negara. Bahkan terpenting dari semua itu adalah untuk kelangsungan hidupnya dimasa depan yang begitu menantang.
Proses pendidikan yang paling utama dalam hal ini adalah bagaimana seorang pendidik mengenal tingkat kecerdasan dan gaya belajar anak didiknya sehingga tidak terjadi lagi ucapan yang terlalu menyalahkan anak sebagai karunia terindah dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bakat dan kecerdasan yang mereka miliki, sebab lahirnya karakter dan kesuksesan sesorang berdasarkan kecerdasan yang dititipkan oleh tuhan sebagai kelebihan setiap hamba adalah dengan mengasah kemampuan seseorang melalui tipe kecerdasannya dan dengan gaya belajar yang dimiliki masing-masing individu artinya setiap anak atau manusia terlahir kedunia pasti memiliki kemampuan yang berbeda semua kembali kepada bagaimana cara kita dalam mengolah atau mengasah perangkat kecerdasan yang anak anda miliki. .
Sebaiknya kita harus menghentikan keluhan terhadap anak-anak anda atau siswa-siswa anda yang ketika mengikuti proses pembelajaran memiliki kebiasan yang lain dari pada yang lain, maka sikapilah hal ini dengan fositif mungkin saja anda yang belum memahami tipe kecerdasan mereka atau mereka memiliki beberapa kecerdasan dalam dirinya yang membuat anda merasa bingung dalam mengatasi keaktifan sifat dan sikap mereka. Untuk itu bagi para orang tua dan guru harus lebih mengenal anak anda dari sudut kecerdasan dan gaya belajar mereka jika anda menginginkan anak anda sukses dalam proses belajar mengajar atau pun dalam proses pembentukan karakter anak anda, melalui tipe kecerdasan anak anda, seperti :
1. Linguistik verbal
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan lingusitik verbal ini seperti;
· Dalam usia 3 bulan anak yang memiliki kecerdasan linguistic verbal ini sudah mampu menaruh minat pada orang yang berbicara dengannya.
· Mampu mengucapkan kata “ma, pa, num, mam” pada usianya yang masih berkisar 6 bulan.
· Mampu mengikuti perintah dan larangan yang sederhana pada usianya sekitar 6 bulan, sperti; ayo..tunjukkan mana bibirmu pada mama”
· Mempunyai 200 perbendaharaan kata pada usianya masih berumur 1 tahun
· Mampu mengkombinasikan dua atau tiga   kata dalam ucapannya dengan jelas seperti; “mau makan  ma”, dan pada usia 3 tahun anak yang lingusitik verbal ini telah mampu mengucapkan kalimat-kalimat pendek
· Pada usianya yang masih berumur 2 tahun, dia telah mampu berbicara dengan artikulasi yang jelas sehingga orang yang mendengarkannya mengerti apa yang dibicarakannya
· Pada usianya berumur 4 tahun dia telah mampau merbicara dengan kalimat yang jelas dan lengkap susunan penempatan katanya, mulai dari subjek, prediket dan objeknya secara sempurna
· Diusianya sekitar 5 tahun, dia telah mampu merangkai cerita yang sederhana, bahkan menuliskannya
· Pada usia 6 tahun, dia sangat menyenangi kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa seperti; menulis, membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyususn kata-kata mutiara dsb.
· Dan anak-anak yang memiliki kecerdasan lingustik verbal ini cenderung memiliki daya ingat yang kuat dan memiliki argumentasi yang sangat menonjol
2. Logis Matematis
Cirri-ciri anak yang memiliki tipe kecerdasan Logis matematis ini, seperti :
· Kegemarannya atau ketertarikannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan metematika dan peristiwa ilmiah
· Memiliki suatu komponen yang khas yakni sebagai suatu kepekaan dan kemampuan untuk membadakan pola logika atau nomerik
· Mampu menangani rangkaian penalaran yang penjang
· Pada usianya sekitar 2-4 tahun senang sekali menghitung benda-benda disekelilingnya dan menghitung apa saja yang dilihatnya
3. Special Visual
Cirri-ciri anak  yang memiliki tipe kecerdasan special visual ini, seperti:
· Sangat senang bermain dengan bentuk dan ruang, seperti pazel dan balok
· Sangat hafal dengan jalan atau tempat yang pernah dilewatinya
· Tidak begitu banyak bicara, kegiatanya lebih banyak mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan abstraksi ruang seperti; mencoret-coret, mewarnai, bermain pazel, menyusun balok dll
· Memilik problem solving yang lebih baik dari anak-anak lainnya, disebabkan dia telah mampu membayangkan sesuatu yang akan terjadi setelahnya
· Sangat senang mengukur sesuatu dengan alat sederhana yang ditemukannya atau dengan anggota tubuhnya sendiri seperti; menjengkal atau melangkah, mengukur panjang atau pendek, besar kecil, jauh atau dekat, dsb
· Mampu menagkap fikiran atau jarak sperti; jika berlari dia mampu untuk tidak menabrak sesuatu yang ada disamping atau didepannya
· Memiliki perhatian yang tinggi terhadap detil
4. Musical
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan musical ini, seperti;
· Memilik kepekaan terhadap suara-suara, nada atau irama
· Terlihat sangat menikmati ketika bermain music atau mendengar music
· Sangat suka mendengarkan lagu dan music bahkan sampai mengoleksinya
· Sangat suka bersenandung atau bernyanyi
· Saat bersedih, tampak langsung berbahagia disaat mendengarkan lagu atau music
· Mampu menyebutkan kunci nada dengan tepat saat mendengarkan music
· Memiliki suara yang merdu dan mamapu mengingat syair dengan baik
5. Kinestetis Ragawi
Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan Kinestetik Ragawi, sperti;
· Selalu aktif terlihat sangat bisa diam sejenak, selalu saja melakukan sesuatu, bergerak aktif walaupun sedang duduk dan keadaan ini sudah terlihat sejak masih bayi
· Sangat menyukai kegiatan fisik, seperti ; melompat, kejar-kejaran, olahraga, bersepeda, gulat-gulatan dsb.
· Ketika melihat sesuatu atau mempelajari sesuatu sangat diharuskan bagi dia untuk menyentuh objek tersebut
· Terampil mengerjakan kerajinan tangan, seperti ; menjahit, membuat bentuk-bentuk dari lilin mainan dsb
· Suka dan dapat menirukan gerakan orang lain dengan baik
· Gemar bekerja dengan tanah liat, melukis dengan tangan atau bekerja dengan menggunakan anggota tubuh lainnya.
· Suka mengotak ngatik benda yang menarik baginya, seperti ; membongkar pasang mainan
6. Naturalis
Cirri-ciri anak yang memiliki tipe kecerdasan  naturalis ini, seperti ;
· Sangat menyukai berbagai kegiatan yang dilakukan diluar rumah
· Sangat menyukai aktivitas belajar diluar ruangan kelas dengan mengobservasi alam secara langsung
· Sengan bermain ditaman, kebun dan akrab dengan berbagai binatang peliharaan seperti; kucing, kelinci, anjing dsb.
· Menyukai aktivitas yang seru seperti ; berkemah, hiking, memancing, dan kegiatan rekreasi lainnya yang berhubungan dengan alam sperti ; pantai, laut, hutan dsb.
· Senang mengoleksi berbagai benda alam sperti ; keranag, batu-batuan, akar-akaran dsb
7. Interpersonal
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan interpersonal ini seperti ;
· Sangat memiliki empeti atau mampu memahami perasaan orang lain
· Sangat peka dengan situasi dan kondisi yang ada dan mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan pada masing-masing kondisi
· Bersikap asretf pada saat orang lain mencoba merampas haknya dan dia tahu apa yang harus dia lakukan
· Mampu mengemukakan kepentingan dan hak nya tanpa merugikan orang lain
· Dengan sifat mengalahnya ( bukan pasif) dia selalu membuat orang lain senang
· Sangat menjauhkan sifat egoisnya pada semua keinginannya pada tingkat tertinggi
· Dapat bekerjasama dengan baik dengan orang lain
· Anak mengetahui dengan jelas antara tugasnya dan yang bukan tugasnya
· Sangat terlihat jiwa kepemimpinan dalam dirinya
· Inisiatif dalam mengambil keputusan sangat baik
· Mampu menjadi mediator ( mendamaikan) dalam konflik
· Sangat mudah berteman, fleksibel, mudah bergaul, dan tidak pilih-pilih teman
8. Intrapersonal
Cirri-ciri anak yang memiliki kecerdasan Intrapersonal ini, seperti ;
· Terkesan sangat sulit diarahkan disebabkan mereka memiliki prinsip  diri yang kokoh
· Memiliki kemauan yang keras terhadap sesuatu yang dia inginkan
· Dengan sifatnya yang keras membuat orang lain susah dalam melemahkan argument atau pendapat yang dia keluarkan
· Dengan sifat kerasnya, sangat dijauhi oelh teman-temannya karena terkesan egois dan mau menang sendiri
· Agak sulit berteman dengan orang lain disebabkan sifat egonya
· Terkesan ingin selalu difahami dan bukan memahami
· Sangat seneitif terhadap perasaan orang lain dan lingkungan disekitarnya
9. Eksistensia
Cirri-cir anak yang memiliki kecerdasan Eksistensia ini, sperti ;
· Memiliki spiritual question yang menonjol
· Baik terhadap sesama dan rajin menjalankan ibadah
· Ramah, sopan, dan baik kepada siapapun, hal ini terlihat ketika dia berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya
· Sangat menjaga rahasia dan sangat tidak pernah membuka aib orang lain
Dari apa yang telah dipaparkan diatas dapat memberi pemahaman  dalam mengasah tipe keceradasan anak-anak anda menurut kecerdasan yang lebih dominan dalam diri mereka dan setiap anak akan memiliki lebih dari satu kecerdasan. Untuk itu manfaatkanlah setiap situasi dalam mendidik anak anda menurut tipe kecerdasannya. Tak berhenti sampai disitu, agar lebih melengkapi cara kita dalam mendidik atau memberi pengajaran pada buah hati anda maka diperlukan pula gaya belajar yang mereka miliki masing-masing. Setiap anak atau pada umunya manusia memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dan hal itu pulalah terlihat sebagai pelancar sekaligus penghambat  proses penyerapan ilmu yang dijarkan. Sebab apabila seorang pendidik tidak memahami gaya belajar anak didiknya maka akan berdampak negative terhadap perkembangan kecerdasannya. Tak heran jika banyak para pendidik mengeluhkan nilai yang tidak tidak mencapai KKM sebagai target setiap proses belajar mengajar. Namun sebaliknya apabila seorang pendidik dapat memahami gaya belajar anak didik mereka maka kesuksesan berada ditangan mereka dalam mendidik dan mentranfer ilmu.
Untuk itu secara ringkas kita akan menjelaskan beberapa tipe atau gaya belajar anak atau manusia pada umumnya dalam menimba ilmu sebagai alat pembentuk karakter dan kecerdasan  terbaik bagi buah hati anda sebagaimana yang akan dipaparkan dibawah ini:
1. Auditory ( learning by hearing)
Adalah belajar dengan gaya mendengarkan guru yang mengajarkan suatu pelajaran. Ciri dari anak yang belajar dengan gaya belajar ini adalah anak sangat suka belajar melalui ceramah, diskusi, dan pembacaan pelajaran dengan jelas dan suara keras. Anak yang menggunkan gaya belajar ini dapat mengingat dengan baik jika mendengarkan atau membaca suatu materi pelajaran dengan suara keras, untuk itu para guru ataupun orang tua harus benar-benar mengenal gaya belajar anak tipe auditory ini.
2. Visual ( Learning by seeng)
Adalah strategi belajar dengan menggunkan indra penglihatan atau melihat. Anak yang belajar dengan gaya belajar ini dapat belajar dengan baik dan tertib serta mengingat dengan baik jika proses pembelajaran itu dengan melihat gambar, peta, table, infokus, serta materi pelajaran secara lansung.
3. Kinesthetic ( learning by doing)
Adalah strategi belajar dengan melakukan ( langsung berbuat) artinya dengan langsung melakukan atau setidaknya menggunakan gerakan saat belajar atau mengajarkan suatu materi pelajaran. Anak sangat senang belajar dengan berusaha mengalami dan mencoba sendiri, serta mengoptimalkan semua indra, seperti indra penglihatan, pendengaran, dan peraba.
Untuk itu para guru atau orang tua harus memahami gaya belajar untuk anak-anak didiknya. Seperti guru kelas atau bidang studi apabila dalam proses belajar mengajar harus menggunakan ketiga gaya belajar ini agar setiap anak dapat mengerti dan memahami dengan ingatan yang kuat pelajaran yang disampaikan, contoh ketika seorang guru sedang mengajar dikelas sebaiknyalah guru tersebut lebih aktif dalam menjelaskan dengan metode ceramah, media pembelajaran visual, dan gerakan-gerakan yang melambangkan materi pokok  atau poin-poin penting yang sedang dipelajari. Dan apabila ingin lebih sempurna lagi maka terapkanlah PAIKEM ( Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, efektif dan menyenangkan) dalam proses belajar mengajar disekolah maupun dirumah. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar